Pasangan Selingkuh Rampok Pengusaha

      Tidak ada Komentar

tersangkaPasangan selingkuh yang terlibat perampokan saat diamankan petugas Sat Reskrim Polres Tebingtinggi. ( Repro/ WSP/Muhammad Idris/B )

TEBINGTINGGI ( Berita ) : Pelaku perampokan yang dikabarkan menggunakan senjata api (senpi) di rumah seorang pengusaha di kawasan Sei Babura, Ling. V, Kel. Durian, Tebingtinggi, beberapa waktu lalu, akhirnya terungkap, Senin (17/4) pukul 09:00.

Pelaku adalah seorang pria bersama wanita selingkuhannya. Kedua tersangka yakni Jamalias Udin Tancap, 42, warga Jl. Sabar Jaya, Desa Perajen, Kec.Banyuasin, Provinsi Riau serta teman selingkuhannya Us alias Usna warga Desa Tanah Putih,Kab. Rokan Hilir, Provinsi, Riau.

Keduanya pernah tinggal di Jl. KF. Tandean Tebingtinggi. Mereka ditangkap petugas Sat Reskrim Polres Tebingtinggi di Kampung Pon usai melakukan aksi perampokan di kediaman Suheri Tambunan.

Kapolres Tebingtinggi AKBP Ciceu CH, SH, MH kepada sejumlah wartawan mengungkapkan, kasus perampokan yang terjadi 17 Februari 2017 lalu dikabarkan menggunakan senjata api, dan kedua pelaku berhasil ditangkap.

Kapolres mengatakan, sepekan sebelum beraksi, kedua tersangka melakukan pemantauan kondisi rumah korban. Ketika pemilik rumah Suheri Tambunan bersama isterinya Hanum Harahap sedang bekerja dan rumah tersebut dijaga pembantu Sahro Mai Yanti, 20, tersangka datang sambil berpura-pura hendak mengantarkan paket.

“Ada bapak atau ibu, kami datang membawa paket buat bapak dari Medan,” kata Jam kepada pembantunya. Saat itu, Mei Yanti agak curiga. Namun karena paket agak berat, Mei Yanti langsung membuka pintu.

Setelah dipersilakan masuk,tersangka Jam langsung mengancam pembantu rumah tangga itu. Setelah mengikat kedua tangan dan melakban mulutnya, Mai Yanti langsung dikurung di kamar mandi. Setelah itu, kedua tersangka mengambil barang-barang berharga milik Suheri Tambunan.

Saat melakukan penodongan terhadap pembantu korban,ternyata pelaku menggunakan senjata api mainan. Sedangkan paket yang dikirim ternyata berisi tanah, sampah dan batu-batuan.

Kedua tersangka membawa kabur uang Rp10 juta, perhiasan emas milik korban, dan kamera digital merek Canon. Menurut Jam, uang Rp10 juta hasil kejahatan dijadikan uang muka kredit sepedamotor Vario baru.

Kini, kedua tersangka dijebloskan ke Mapolres Tebing-tinggi dan dijerat Pasal 365 KUHPidana.Tersangka Jam merupakan residivis, dan pernah dihukum 3 kali di Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi tahun 2012 karena terlibat kasus penggelapan. Kemudian tahun 2015 dan 2017 terlibat kasus pencurian.(WSP/a11/I)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>