DPR RI Pertanyakan Narkoba Marak Di Sumut

      Tidak ada Komentar

MEDAN ( Berita ): Ketua Komisi III DPR RI Desmond Junaidi Mahesa SH,MH (F-P Gerindra) mempertanyakan kepada Kapoldasu Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel tentang maraknya peredaran narkoba di Sumatera Utara.
“Kunjungan Komisi III DPR RI ke Mapolda Sumut dalam rangka maraknya peredaran narkoba dan penyelundupan manusia di wilayah Sumatera Utara, sehingga menjadi perhatian pemerintah terutama dari Komisi III,” kata Desmond Junaidi Mahesa, di Aula Catur Prasetya Mapolda Sumut, Kamis (20/4).

Kedatangan rombongan Komisi III ini disambut Kapoldasu, Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Agus Andrianto, Ka BNNP Sumut Brigjen Pol. Andi Loedianto, para Pejabat Utama, para Kapolres/tabes jajaran Polda Sumut, dan para Kepala BNNK sejajaran.

Sedangkan rombongan Komisi III DPR RI yang hadir ke Polda Sumut dipimpin H.Desmond Junaidi Mahesa SH,MH (F-P Gerindra) dengan anggota tim Dr Junimart Girsang SH, MBA (F-PDIP), Drs KH Nawafie Saleh SE, MM (F-Golkar), Wihadi Wiyanto SH,MH (F-Gerindra), Erma Suryani Ranik SH (F-P Demokrat), H. Muslim Ayub SH, MM (F-PAN),H Abdul Kadir Karding SPi, MSi(F-PKB), H Aboe Bakar Alhabsy SE (F-PKS), Drs H Hasrul Azwar MM (F-PPP), Drs Akbar Faisal MSi(F-P Nasdem), Dr H Dossy Iskandar Prasetyo SH (F-P Hanura).

Ketua Tim Komisi III mengatakan pertumbuhan peredaran narkoba mengalami kenaikan dimana orang asing terutama dari Malaysia, Singapura dan Tiongkok yang datang ke Indonesia melalui Sumatera Utara, dengan memanfaatkan kebijakan pemerintah yaitu bebas visa dengan tujuan bersenang-senang seperti judi, prostitusi, dan konsumsi narkoba.

“Hal ini menjadi perhatian khusus dari Komisi III DPR RI,dimana Polri khususnya Polda Sumut agar meningkatkan kinerjanya untuk memberantas narkoba. Ini bertujuan untuk keamanan nasional yang menjadi fokus Komisi III DPR RI datang ke Polda Sumut, dan untuk mendapatkan informasi yang terkait tentang narkoba, prostitusi dan orang asing,” sebutnya.

Sementara itu, Kapoldasu Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel mengatakan, Polda Sumut sudah melaksanakan pembersihan di internal dengan membuat Pakta Integritas yang ditandatangani seluruh personel tentang narkoba.

“Bila ada personel yang terlibat narkoba baik Bandar maupun pemakai, akan dipecat sebagai upaya untuk pencegahan. Kami juga sudah melaksanakan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat tentang peran aktif dalam memelihara keamanan dan ketertiban dalam negeri yaitu pentingnya keamanan dan ketertiban dalam masyarakat terutama pada lingkungan, tempat tinggal dan tempat kerja masing –masing,” ujarnya.

Kapolda menjelaskan, telah menggiatkan dan hidupkan kembali pengamanan swakarsa seperti keberadaan pos kamling,ronda malam dan sebagainya,sehingga tercipta rasa aman bagi masyarakat untuk mengurangi kesempatan pelaku kejahatan.

Menurut Rycko, di Polda Sumut terdapat 37 asrama Polri dan di antaranya 34 asrama Polri sudah melaksanakan deklarasi lingkungan bebas dari narkoba,sisanya akan dideklarasikan melalui video converence.

“Upaya pemberantasan narkoba dilakukan Polda Sumut dengan berbagai cara, mulai dari yang Soft hingga Hard, Polda Sumut telah membangun 3 Pilar Plus dengan mengedepankan peran dari Bhabinkamtibmas,Babinsa, dan Lurah/Kepala desa untuk mengembangkan lingkungan yang bebas narkoba dalam lingkup RW (meliputi satu sampai empat RW) dan lingkungan yang sejahtera diseluruh wilayah Sumatera Utara,” tuturnya.

Polda Sumut dan jajarannya dalam penanganan kasus narkoba sudah melaksanakan penegakan hukum secara tegasdan keras, khususnya terhadap para bandar narkoba dimana selama tahun 2017 telah menindak tegas para pengedar narkoba yang melakukan perlawanan mengakibatkan 5 tersangka meninggal dunia.

Sedangkan total barang bukti sebanyak 54,5 Kg sabu,35 ribu butir ekstasi, dan 2 pucuk senjata api. “Kemudian 26 Januari 2017 Polda Sumut dengan Polda Metro Jaya melakukan penangkapan terhadap 4 orang tersangka yang melakukan perlawanan dan satu orang meninggal dunia (mantan anggota Polri), barang bukti 7 Kg sabu dan banyak lagi kasus-kasus yang menonjol tentang narkoba ditindak dengan tegas baik itu oleh Polda Sumut, BNN, dan Bareskrim Polri,” kata Kapoldasu. (WSP/m39/I)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>