Tirtanadi Butuh Rp 320 Miliar Bangun IPA 1.380 Liter/Detik

      Tidak ada Komentar

TirtaDirektur Air Limbah Heri Batangari memaparkan alasan penyesuaian tarif air baru Kepada pelanggan di Kantor Camat Medan Sunggal. (Berita Sore/ist )

MEDAN (Berita): Dalam hal operasional, PDAM Tirtanadi membutuhkan anggaran dana yang besar mencapai Rp320 miliar untuk membangun instalasi pengolahan air (IPA) dengan debit air bersih total 1.380 liter/detik.

Ketua Tim Penyesuaian Tarif Air Ir Zulkifli Lubis MSi mengatakan hal itu disela pemaparan Sosialisasi Sambung Rasa Pelanggan di Kantor Camat Medan Sunggal, Rabu (19/4). Hadir di sana

Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Ir Heri Batangari M.Psi dan akademisi Drs Joharis Lubis MM yang juga Direktur Lembaga Kajian Pelayanan Publik (LKPP), Camat Medan Sunggal Muhammad Yunus, Kacab Sunggal Umar Khan Ritonga, para lurah dan unsur warga di sekitarnya.

Zulkifli menyebut pada program 2017 Tirtanadi mengalokasikan Rp 320 miliar untuk membangun IPA Sunggal, IPA Delitua, IPA Medan Denai, IPA TLM dan IPA Paket Pancur Batu yang nantinya akan menghasilkan 1.380 liter/detik air bersih.

Selain dana penyertaan modal dari Pemprovsu, maka PDAM Tirtanadi sangat berharap dari operasional lainnya yang berasal dari pelanggan sendiri. Maka tak heran, kalau 28 persen lagi masyarakat Medan tak dapat air karena belum adanya air baku, minimnya produksi dan pipa-pipa yang sudah tua sehingga perlu diganti.

Disamping itu tambah, Zulkifli yang juga Kadiv SDM ini, subsidi pelanggan rumah tangga (RT) II mencapai 20,9 persen dan RT III 41,6 persen yang menjadi beban bagi perusahaan.

Zulkifli mengatakan Permendagri Nomor 71 tahun 2016 tentang perhitungan dan penetapan tarif air minum menyebutkan bahwa perhitungan dan penetapan tarif air minum didasarkan pada, keterjangkauan dan keadilan, mutu pelayanan, pemulihan biaya, efisiensi pemakaian air, perlindungan air baku, transparansi dan akuntabilitas.

Direktur Air Limbah Heri Batangari memaparkan alasan penyesuaian tarif air baru ini disebabkan tingginya implasi setiap tahunnya rata-rata 8 persen di tahun 2016 yang berkisar saat ini 23,11 persen. Upah Minimum Kota (UMK) mencapai 37,7 persen (2016) dan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) 58,4 persen di tahun ini.

Bahkan dalam menyikapi keluhan pelanggan, PDAM menggunakan sistem online untuk sambungan baru bagi pelanggan untuk menghindari praktek calo dan mengantisipasi oknum nakal yang memanipulasi rekening pelanggan.

Sementara akademisi Unimed Joharis Lubis memberikan apresiasi kepada direksi PDAM Tirtanadi yang kedepannya diharapkan terus mengupayakan kualitas air yang lebih baik kepada pelanggan. (wie)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>