Gali Masuknya Islam Nusantara Di Barus

      1 Komentar

GubsuGubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi Foto bersama Usia membuka Seminar Nasional Peradaban Islam di Nusantara dan Kilometer Nol di BarusTapanuli Tengah (Tapteng) di Gedung Rektorat Universitas Negeri Medan (Unimed), Sabtu (08/04). (beritasore/suef)

* Seminar Kilometer Nol Perabadan Islam

MEDAN ( Berita ) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menyebutkan, Seminar Nasional Peradaban Islam di Nusantara dan Kilometer Nol di Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara sangat bermanfaat dalam upaya menggali pertama kali masuknya Islam di Nusantara.
Hal itu dikatakan Gubsu Erry ketika membuka Seminar Nasional Peradaban Islam di Nusantara dan Kilometer Nol di BarusTapanuli Tengah (Tapteng) di Gedung Rektorat Universitas Negeri Medan (Unimed), Sabtu (08/04).

Hadir Kakanwil Kemeg Sumut Tohar Bayoangin, Pembantu Rektor Unimed, narasumber Prof Usman Pelly, Dr phil Ichwan Azhari (Unimed), Prof Rusmin Tumanggor (UIN Jakarta), Dr Husaini Ibrahim MA (Unsyiah), Shohibul AS (UMSU), dan Erry Soedewo (Balai Arkeologi Medan).

Dalam kesempatan itu, Gubsu Erry menyebutkan seminar ini juga memiliki makna strategis khususnya dalam menggali tentang peradaban Islam di Nusantara khususnya mengenai masuknya Islam di daerah Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara.

“Untuk itu saya minta kepada narasumber agar benar-benar memanfaatkan pertemuan ini semaksimal mungkin sebagai upaya untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan dalam menyikapi kekayaan peradaban islam dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Peradaban patut memainkan peran pentingnya terhadap perkembangan global yang diperani oleh negara-negara maju,”ujar Erry.

Disisi lain, lanjut Erry, pelaksanaan seminar kali ini guna menunjukkan adanya perhatian yang serius dari Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial (Pussis) dan Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) yang menghadirkan para narasumber dari berbagai perguruan tinggi dan berbagai bidang ilmu yang kaitannya sangat erat dengan peradaban dan kesejarahan.

“Saya sangat berharap, mudah-mudahan seminar ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan peradaban Islam nusantara ditengah-tengah kemajuan global yang begitu cepat berubah dan ada kalanya tidak sesuai dengan nilai-nilai keimanan masyarakat Islam di tanah air,” tandas Erry.( suef)

One thought on “Gali Masuknya Islam Nusantara Di Barus

  1. albiner sitompul

    izinkan kami JBMI (JAM’IYAH BATAK MUSLIM INDONESIA ) menjelaskan maksud terkandung pada peresmian Tugu Kilometer 0 Peradaban Islam Nusantara:
    Pertama, Memperbesar nilai implementasi pradaban Islam dalam menghadapi kemajemukan Bangsa Indonesia, yang diperkirakan telah berkembang di kota Barus pada abad sebelum masehi dengan kedatangan para pedagang dari Kerajaan Timur Tengah , India, China untuk membeli Kapur Barus.
    Kedua, Di Barus pertemuan peradaban Islam dengan masyarakat Nusantara di Pasai merubah Kerajaan Pasai menjadi kerajaan Islam pertama.
    Ketiga, Memperkoko Meningkatkan semangat silaturahim untuk memperkaya peradaban perdagangan islam yang telah dibawa para pedagangan arab pada zaman nabi muhammad SAW ke Barus untuk membeli Kapur Barus yang digunakan sebagai bagian dari rukun pardu kifayah
    Keempat, Mempertahankan kearipan Lokal yang dikaitkan dengan seminar sebelumnya dengan tema : Penerapan Dalihan Natolu (Ajaran Masyarakat Batak) ditinjau dari pandangan semua Agama dan Pancasila.
    Kelima, Meningkatkan nilai wawasan kebangsaan yang mempunyai pengaruh signifikan menghadapi tantangan bangsa.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>