Boikot Produk AS Langkah Awal Lawan Islamofobia

      Tidak ada Komentar

MEDAN ( Berita ) : Pengamat hukum internasional Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Suhaidi, menilai sudah saatnya umat Islam dunia bersatu melawan Islamofobia yang semakin meningkat di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat (AS).Langkah awalnya dengan memboikot produk AS.

Prof. Suhaidi, mengatakan itu ketika dihubungi Wartawam ,Rabu (5/4). Dia menanggapi pemberitaan tentang ketakutan yang berlebihan pada Islam (Islamofobia) di AS. Diberitakan sebelumnya, Islamofobia yang melanda AS semakin pesat.

Terlebih setelah Donald Trump,terpilih menjadi Presiden, yang mana dalam kampanyenya sempat menyatakan permusuhan terhadap Islam. Menanggapi hal ini, Prof. Suhaidi, berpendapat negara-negara berpenduduk muslim harus segera memperingatkan negara-negara Barat terhadap meningkatnya aksi Islamofobia di AS tersebut. Jika tidak, maka dikuatirkan menjadi pertanda kehancuran Islam. “Bersatu adalah jalan terbaik, memboikot produk AS, langkah tepat,” sebutnya.

Menurutnya, satu-satunya cara mengatasi krisis di dunia Islam adalah dengan adanya persatuan, solidaritas dan aliansi. “Islamofobia telah menjadi masalah serius. Negara-negara Islam harus bersatu melawan ini, “ sebutnya.

Suhaidi, mengatakan amnesti Hak Azasi Manusia (HAM) dan Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) tidak boleh menutup mata terhadap Islamofobia ini. Bahkan, masalahnya semakin serius. Karena itu, segera harus direspon masyarakat Internasional.

Disebutkan Suhadi, umat harus dapat menempatkan diri bahwa Islam itu adalah rahmatan lil alamin. Pada prinsipnya,persolan Islamofobia ini menjadi tanggungjawab seluruh masyarakat muslim dunia untuk memberikan pemahaman yang betul tentang ajaran Islam.

Dia mengatakan, Islamofobia yang berdampak pada tindak kekerasan dan diskriminasi terhadap umat muslim di AS sudah sangat serius. Umat Islam dunia harus bersatu memberikan pemahaman kepada orang yang belum mengerti tentang ajaran Islam.

Prof. Suhaidi mengatakan,umat Islam harus mampu menyadarkan orang yang belummemahami Islam. Sebab sudah terlalu banyak kekejaman yang diidentikkan dengan Islam. Pandangan radikal tersebut seharusnya tidak mencemari nama muslim. “Umat Islam harus memapu menyadarkan orang lain bahwa manusia diciptakan berbeda-beda agar mereka dapat berkesempatan mengetahui satu sama lain,” katanya.

Kemudian, yang tidak kalah penting, menurutnya tidak boleh umat Islam menyamakan setiap orang Barat itu pasti tidak suka terhadap Islam. Selanjutnya umat Islam disarankannya agar melakukan sosialiasi terhadap masyarakat Barat secara terus menerus. Dia juga mengimbau orang-orang yang ahli agama bisa menyampaikan pemahaman yang rasional, sehingga tumbuh pemahaman di kalangan masyarakat Barat. (WSP/m49/I)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>