Nabi Zakarya

      Tidak ada Komentar

Dan ingatlah, kisah Zakarya ketika ia menyeru Tuhannya: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah waris yang paling baik”. (QS. Al-Ambiya’[21]:89).

NABI Zakarya Alaihissalam disebut dalam Alquran sebanyak delapan kali. Masing-masing dalam Surah Ali Imran, Al-An’am, Maryam dan Al-Ambiya’. Nabi Zakarya adalah anak Daan bin Muslim bin Shaduq bin Hisyban bin Rahba’am bin Nabi Sulaiman Bin Nabi Daud.

Beliau diutus untuk kaum Bani Israel dan Bangsa Rumawi yang menjajah Palestina ketika itu. Nabi Zakarya diutus oleh Allah sebelum lahir Nabi Isa. Nabi Zakarya menyeru kaumnya untuk beragama yang benar, tidak mensyarikatkan Allah dengan Uzair. Tidak benar Allah punya anak, syirik. Allah itu Esa, tidak ada syarikat baginya.

Nabi Zakarya memusatkan dakwahnya di Kota Suci Jerussalem, dan beliau sebagai “Imam Besar” di masjid tersebut menggantikan Imam besar sebelumnya yakni; Imran. Imran wafat meninggalkan seorang bayi perempuan yang diberi nama Maryam.

Nabi Zakarya mengasuh Maryam dan memberi tempat yang sangat terhormat, yakni dalam kamar mihrab Masjidil Aqsha Baital Maqdis. Maryam tumbuh sebagai seorang gadis yang sangat cantik dan sangat takwa.

Karena ketakwaannya, Maryam mendapat makanan dari surga. Nabi Zakarya bertanya; “Hai Maryam dari mana makanan ini ?” Maryam menjawab: “Dari sisi Allah SWT.”, Maryam gadis suci yang kemudian dipilih oleh Allah SWT sebagai perempuan tanpa suami yang melahirkan Nabi Isa Alaihissalam tanpa ayah.

Istri Nabi Zakarya adalah bibi Siti Maryam yang juga sangat ta’at. Sudah berusia lanjut belum ada anak. Nabi Zakarya yang sudah berusia 99 tahun dan istrinya yang sudah berusia 98 tahun selalu berdoa agar mendapat keturunan.

Doa keduanya diterima Allah, istrinya hamil dan melahirkan Nabi Yahya. Beriringan dengan lahir Yahya, lahir juga Isa dari Siti Maryam. Mereka semua adalah Ali Imran (keluarga Imran) yang diabadikan Allah dalam Surat Ali Imran dan Surat Maryam dalam Alquran. Nabi Zakarya Asy-Syahid ‘Alaihissalam yang sudah tua tersebut berhasil membesarkan anaknya Nabi Yahya.

Keduanya berdakwah kepada Raja zalim Herodus namanya. Raja tersebut tidak mau beriman, bahkan berbuat sangat keji kepada Zakarya. Nabi Allah itu dikejar untuk dibunuh. Sebatang pohon besar membuka batangnya, dan menyuruh Zakarya bersembunyi dalam lobangnya. Nabi masuk, dan pohon mulia itu terkatup kembali.

Raja Herodus yang berbangsa Rumawi ini memotong pohon tersebut dan membelah dua, maka badan Nabi Zakarya pun terbelah dua. Terlihat sangat sadis, namun seorang rasul telah tidak merasa sakit, sebab mukjizat telah duluan turun kepadanya. Nabi Zakarya syahid dalam tugasnya. Para bidadari dan malaikat menyambut Zakarya dengan senyuman. ***** ( Tgk. H. Ameer Hamzah )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>