Nabi Ilyasa’

      Tidak ada Komentar

Dan Ismail, Ilyasa’, Yunus dan Luth. Masing-masingnya Kami lebihkan derajatnya di atas yang lain di masanya (QS. Al-An’am[6]:86).
NABI Ilyasa’ ‘Alaihissalam disebut dalam Alquran dua kali. Pertama dalam Surah Al-An’am [6]: ayat 86 sebagaimana tercantum di atas. Dan yang kedua adalah dalam Surat Shaad [38] ayat 48.  “Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa’ dan Dzulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang shaleh”. Alyasa’ diutus untuk Bani Israel yang mendiami sebelah Barat Damsyik. Dalam Taurat namanya Yusya’.

Dalam kitab Tartikh At-Thabari disebutkan; Ilyasa’ adalah anak Akhtub saudara sepupu Nabi Isa Ibnu Maryam. Ada juga ulama yang berpendapat Nabi Ilyasa’ adalah kemenakan Nabi Ilyas.

Ketika Nabi Ilyas masih hidup, Alyasa’ masih remaja dan sakit-sakitan. Nabi Ilyas mendoakan kepada Allah agar kemenakannya itu sehat dan dapat membantunya dalam berdakwah. Doa Nabi Ilyas diijabah oleh Allah SWT, Ilyasa’ sembuh dari sakitnya dan menjadi pembantu Nabi Ilyas sampai Ilyas dirafak ke langit.

Ibnu Asakir menyebutkan; nama asli Nabi Ilyasa’ adalah Ashbath bin Adi bin Syutlam bin Ifra’im bin Yusuf (Nabi Yusuf). Gelar Ilyasa’ adalah karena beliau orang yang dididik oleh Nabi Ilyas.

Nabi Ilyasa’ mendapat wahyu dari Allah SWT supaya menyeru Kaum Bani Israel untuk menyembah Allah semata-mata, tidak menyembah berhala. Namun kaumnya sangat ingkar dan mengancam Nabi Ilyasa’. Jika engkau tidak menghentikan menyeru kami kepada agamamu, maka kami akan menyalibmu”, gertak kaum kafir.

Ada lima hal yang diseru (dakwah) kan oleh Nabi Ilyasa’ kepada kaumnya.

Pertama beriman kepada Allah SWT, Allah yang Maha Esa, tidak ada syarikat bagi-Nya. Allah yang menciptakan langit dan bumi serta isi di antara keduanya.

Kedua, beriman kepada para Nabi utusan Allah SWT, sejak Nabi Adam sampai kepada dirinya. Juga masih ada Nabi sesudah Nabi Ilyasa’ di negeri ini dan di negeri lain.

Ketiga supaya mereka mendirikan shalat, keempat menunaikan zakat.

Kelima percaya kepada hari kiamat.

Bani Israel memang sangat kejam, mereka juga telah membunuh beberapa Nabi seperti Nabi Daniel dan Nabi Samuel. Nabi Ilyasa’ menjawab: Jika kamu tidak mau beriman, nanti akan datang kaum penjajah yang akan merampas dan merampok hak-hak kalian, tetapi bila kamu beriman, Allah akan memberi kejayaan kepada kalian. Bani Israel tetap mengolok-olok Nabi Ilyas.

Di antara mukjizat yang diberikan kepada Alyasa’, ia mampu menghidupkan orang mati. Mu’jizat yang sama juga diberikan kepada Nabi Isa. Nabi Ilyasa’ wafat di Kota Baniyas (Syam) dan meninggalkan kaumnya yang tidak mau beriman.

Kemudian datanglah para penakluk, negeri mereka dihancurkan oleh raja-raja zalim yang datang dari Persia dan Rumawi. Mereka yang terjajah menjadi bangsa yang hina. ***** ( Tgk. H. Ameer Hamzah )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>