Nabi Ilyas

      Tidak ada Komentar

Dan sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk salah seorang dari rasul-rasul. Ingatlah! Ketika ia berkata pada kaumnya. Mengapa kamu tidak bertakwa ? Patutkah kamu menyembah Ba’al dan kamu tinggalkan sebaik-baik pencipta ? (QS. Ash-Shaffat[37]:123-124).

NABI Ilyas ‘Alaihissalam disebut dalam Alquran tiga tempat. Pertama dalam Surah Al-An-Am [6]: 85, sebagai berikut: …dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang shaleh. Dan kedua dalam Ash-Shaffat [37] sebagaimana telah dikutip di atas. Ketiga dalam surat Ash-Shaffat: 130 juga dengan sebutan Ilyasin. Salamun ‘ala ilyasin. Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas.

Menurut Ibnu Jarir, Nabi Ilyas adalah keturunan Nabi Harun ‘Alaihissalam. Nabi Ilyas diutus kepada Bani Israel yang sudah sesat dan syirik karena menyembah patung Ba’al.

Umatnya membangkang dan menuduh Ilyas sebagai orang yang tidak waras. Nabi Ilyas tidak putus asa, tetap mengajak mereka supaya kembali kepada agama tauhid. Tetapi Bani Israel tetap keras kepala, bahkan mengancam ingin membunuh Nabi Ilyas bila tidak menghentikan dakwahnya.

Akhirnya Nabi Ilyas berdoa kepada Allah agar dicabut nikmat-nikmat-Nya kepada mereka. Allah memperkenalkan doa Nabi Ilyas dengan memberi azab kepada mereka.

Pertama Allah menahan hujan. Selama tiga tahun hujan tak pernah turun. Kemarau sangat panjang, mereka kelaparan karena gagal panen gandum dan buah-buahan. Mereka sangat menderita, ada yang memakan tanah untuk mempertahankan kehidupan. Makanan untuk Nabi Ilyas dikirim malaikat.

Bau enak roti bakar yang dipanggang Ilyas menyebabkan mereka (Bani Israel) berhasrat untuk memintanya. Kata Nabi Ilyas; jika kalian mau beriman dan meninggalkan penyembahan berhala, Aku akan meminta kepada Allah supaya kalian mendapat rezeki dan hujanpun akan turun lagi. Mereka lalu beriman kepada Allah dan merusak patung-patung yang mereka sembah. Hujanpun turun menyuburkan tanah-tanah mereka.

Setelah Nabi Ilyas tua, generasi berikutnya mulai lagi menyembah berhala. Nabi Ilyas kembali menyeru supaya mereka beriman, namun mereka tidak mau beriman. Nabi Ilyas berdoa kepada Allah supaya mereka dibinasakan. Maka kemarau panjang kembali terjadi. Mereka sangat tersiksa akibat ulahnya sendiri.

Nabi Ilyas tidak meninggal di dunia, tetapi dirafak (dinaikkan) ke langit sebagaimana Nabi Idris Alaihissalam dan Nabi Isa Alaihissalam. Wallahu a’lam. Sebelum dirafak ke langit, Nabi Ilyas telah mendidik seorang pemuda untuk menjaga agama Tauhid. Pemuda itu adalah Ilyasa’ yang kemudian diangkat juga oleh Allah sebagai salah seorang Nabi dan Rasul. ***** ( Tgk. H. Ameer Hamzah )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>