Jepang Tarik Turis Muslim RI

      Tidak ada Komentar

JPGKonsul muda Jepang Daiki Yokoyama (Berita Sore/Hj Laswie Wakid )

MEDAN (Berita): Pemerintah Jepang ke depan giat menarik wisatawan mancanegara (wisman) dunia khususnya turis muslim dari negara Asia seperti Indonesia dan Malaysia. Hal itu diungkapkan Konsul Muda Jepang di Medan Daiki Yokoyama kepada wartawan di Nias kemarin.

“Kami menyediakan tempat mushola seperti Takashimaya dan juga Halal Food. Di jepang, dominan Budha dan Sinto. Jadi umat Kristen1 persen, Islam 0,025 persen, kebanyakan orang asing atau suami dan isteri di sana. Daiki Yokoyama menyebut Jepang melalui JNTO selalu mempromosikan pariwisata mereka ke negara di dunia, khusus muslim.

Menurutnya, di Jepang ada pabrik daging sapi, ijin lisensi halal untuk produksi daging, tepatnya di Kota Kumamoto, deerah Fukuoka Nagasaki. Ia menyebut selama 2016 sebanyak 14000 orang Sumut berkunjung ke Jepang. “Bulan Pebruari hingga akhir Pebruari paling tinggi kunjungan wisatawan karena di bulan ini musim semi bunga sakura.

Selain Pebruari dan Maret kunjungan ramai wisatawan ke negara Jepang yakni jelang Desember dan Tahun Baru. Musim semi di saat bunga Sakura berbunga ini di ketinggian pohon 15 meter ini terlihat di sepanjang jalan di kota-kota di Jepang.

Umumnya masyarakat Medan ke Jepang dengan tujuan ke Tokyo, Osaka, Kyoto, Fujiyama dan Kobe. Kedatangan minim ke Hiroshima dan Nagasaki. Tahun 2017, katanya, Jepang menargetkan kunjungan turis dari negara di dunia ini sebesar 23 juta orang. “Target kunjungan dari Indonesia 350 ribu orang dan Sumut diharapkan kunjungan dari Sumut meningkat dari realisasi tahun 2016,” ujar Daiki.

Selanjutnya Daiki menyebutkan, tahun 2016 turis Indonesia ke Jepang 250 ribu orang. “Kami juga berupaya meningkatkan kunjungan turis Muslim Jepang. Di negara kami juga ada restoran yang berlabel halal food atau bisnis halal food,” ucapnya. Namun negara Jepang menargetkan kunjungan turis sebanyak-banyaknya.

Menurut Daiki, di Jepang juga terdapat restoran yang menjual menu makanan seperti rendang harganya 1 porsi Rp200 ribu dan nasi goreng Rp100 ribu Disinggung tingkat kejahatan misalnya narkoba, menurut Daikin, tidak terdengar adanya kejahatan tersebut. (wie)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>