Saling Benci

      Tidak ada Komentar

Apakah yang menghalangimu bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?’ Iblis menjawab: ‘Saya lebih baik daripadanya, Engkau menciptakanku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah’ (QS: al-A’raf:12).

Kadangkala sengaja maupun tidak, dalam berinteraksi manusia bisa saling menyakiti hati, dari sini bisa hadir kebencian yang mendalam hingga berujung kepada dendam. Sombong, merasa hebat, paling pintar, kaya, curiga yang berlebihan dapat meninggikan hati seseorang dan akhirnya timbul sifat merasa paling benar.

Ketika berkomunikasi dengan orang lain ia selalu merendahkan dan menghina lawan bicaranya. Inilah sifat awal daripada kebencian tadi. Kebencian merupakan penyakit hati yang begitu berbahaya. Mereka yang terjangkit sifat ini sulit untuk dapat mengontrol diri, selalu direlung gelisah, curiga, buruk sangka, dan tidak senang melihat orang lain bahagia.

Selain itu, perilaku semacam ini akan memunculkan penolakan terhadap perintah, melanggar aturan, serta merusak hubungan sesama manusia dan kepada Allah SWT. Kebencian hanya menyakiti hati pemiliknya saja. Karena, ia memandang yang lain selalu dengan sakwa sangka buruk yang tentunya dibalut dengan nafsu negatif.

Kebencian dalam hati tidak akan berkurang, malah akan semakin bertambah terus selama orang itu hanya menganggap dunialah tujuan hidupnya semata. Sungguh menderita, orang yang hati dan pikirannya diselimuti rasa kebencian.

Kebencian adalah sumber penderitaan, ketidakbahagiaan, dan penyakit mental bagi siapa saja. Sebab banyak hal yang justru makin tidak mengenakkan, jika membiarkan rasa benci berkepanjangan. Sulit untuk tidur, makan tidak sedap, pikiran kalut, emosi melonjak, menjadikan segalanya terasa tidak terasa nyaman baginya. Sikap yang sangat merugikan diri sendiri.

Saat kita membenci seseorang, sesungguhnya orang yang kita benci tidak merasakan apa pun. Tetapi kebencian itu malah akan merusak kebahagiaan dan kedamaian hidup kita. Kebencian yang terus bertambah bisa membawa petaka hebat dalam kehidupan seseorang.

Jauhkan kebencian di hati kita, dan buang jauh-jauh. Ganti rasa benci dengan saling menyayangi dan memaafkan diantara sesama. Selesaikan segera persoalan hidup yang melilit, hadapi dengan tenang, sabar, dan rendah hati, semoga. Sesungguhnya kebencian dan hasad (dengki) memakan kebaikan seperti api melahap kayu bakar (HR: Imam Abu Dawud). ***** ( Dirja Hasibuan )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>