Pembiayaan Syariah Di Sumut Capai Rp 8,9 Triliun

      Tidak ada Komentar

MEDAN (Berita): Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Arief Budi Santoso menegaskan berdasarkan lokasi proyek di Sumatera Utara (Sumut), pembiayaan syariah pada triwulan IV-2016 mencapai Rp8,9 triliun atau tumbuh sebesar 15,7 persen (yoy) atau lebih tinggi dibanding posisi triwulan III- 2016 yang tumbuh sebesar 12,6 persen.

Pertumbuhan pembiayaan ini dinilai cukup menggembirakan mengingat dalam jangka waktu 2 tahun terakhir, pembiayaan syariah cenderung tidak tumbuh bahkan terkontraksi. Tingginya pertumbuhan pembiayaan syariah pada dua triwulan terakhir diperkirakan disebabkan oleh semakin maraknya kegiatan usaha syariah yang dibarengi dengan membaiknya kualitas pembiayaan.

“Pada periode-periode lalu, melambatnya atau terkontraksinya pembiayaan disebabkan oleh bank yang cenderung berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan seiring dengan peningkatan pembiayaan non perform,” kata Arief di Medan, Kamis (16/3).

Arief menambahkan, kualitas pembiayaan syariah juga tercermin dari Non Performing Fund (NPF) yang terus membaik. Indikator NPF menunjukkan penurunan dari 8,6 persen menjadi 7,3 persen. Tren penurunan nilai NPF diharapkan terus berlanjut hingga dibawah nilai indikatifnya yaitu 5 persen.

Membaiknya kualitas pembiayaan ini, katanya, diperkirakan disebabkan oleh pelaksanaan restrukturisasi kredit yang diperkirakan berhasil dan menunjukkan hasilnya pada akhir triwulan IV-2016 disamping adanya pertumbuhan pembiayaan.

Arief merinci, berdasarkan kota dan kabupaten, pembiayaan syariah di Sumatera Utara terutama disalurkan di Kota Medan dengan proporsi sebesar 74 persen, disusul oleh Kota Padangsidimpuan sebesar 6,7 persen dan Kota Pematangsiantar sebesar 6,5 persen. Sementara itu, pertumbuhan penyaluran pembiayaan terbesar berada di Kota Medan sebesar 21 persen (yoy) dan Kota Sibolga sebesar 2,2 persen (yoy), sementara kota lain terkontraksi.

Untuk pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Syariah pada triwulan IV-2016 sebesar 22,6 persen (yoy) meningkat dibanding triwulan III-2016 yang tumbuh sebesar 22,2 persen (yoy). Sejalan dengan pertumbuhannya yang tinggi, share DPK syariah terhadap DPK total juga mengalami peningkatan yaitu 4,9 persen pada triwulan III-2016 menjadi 5,1 persen pada triwulan IV-2016.

Berdasarkan sebarannya, DPK Syariah baru terdapat di 10 kabupaten/kota, dengan pangsa terbesar berada di Kota Medan dengan proporsi sebesar 76,0 persen, disusul oleh Kota Pematangsiantar dan Kota Padangsidimpuan masing-masing sebesar 7,3 persen dan 6,0 persen.

Sementara itu, dilihat dari pertumbuhan DPK, Kota/Kabupaten dengan pertumbuhan terbesar adalah Kabupaten Karo sebesar 92 persen (yoy), Kota Sibolga sebesar 38 persen (yoy) dan Kota Medan sebesar 31 persen (yoy). Tingginya pertumbuhan DPK syariah di Kabupaten Karo disebabkan adanya pembukaan kantor cabang baru.

Intermediasi Perbankan

Arief juga menilai intermediasi perbankan pada triwulan IV 2016 stabil dibanding dengan periode sebelumnya yang tercermin dari Rasio Kredit terhadap DPK (Loan to Deposit Ratio) yang tercatat meningkat sebesar 0,3 persen atau dari 93,0 persen menjadi sebesar 93,3 persen.

“Peningkatan LDR yang tidak signifikan dimaksud merupakan dampak dari perbaikan kualitas kredit serta bentuk kehati-hatian bank terhadap kondisi likuiditas perbankan di akhir tahun,” sebutnya.

Sementara itu, dari sisi perbankan syariah Fund Deposit Ratio (FDR) pada triwulan berjalan mengalami penurunan dibandingkan dengan posisi Triwulan III-2016 yaitu dari 91,93 persen menjadi 90,37 persen.

Menurutnya, penurunan FDR tersebut disebabkan oleh pertumbuhan DPK lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan pembiayaan. Selain itu, akibat dari NPF yang cukup tinggi di akhir tahun 2015 sampai awal tahun 2016, terdapat kecenderungan Bank Syariah untuk membatasi penyaluran pembiayaan, namun tetap meningkatkan pertumbuhan pendanaan. “Hal ini menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat untuk melakukan transaksi perbankan syariah,” tuturnya. (wie)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>