Nabi Syu’aib

      Tidak ada Komentar

Kepada penduduk Madyan Kami utus saudara mereka Syu’aib. Dia berkata: hai kaumku, sembahlah Allah sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain dia. (QS. Hud:86).
Nama Syu’aib disebut dalam Alquran sepuluh kali, masing-masing dalam Surah Al ’A’raf: 86, 88, 90 Hud: 17, 84, 87,91,94, Asy-Syu’ara: 177, dan Angkabut:36. Syu’aib adalah keturunan Nabi Ibrahim juga.

Ayqh Sy’aib bernama Mikil Bin Yasyjar Bin Madyan Bin Nabi Ibrahim. Syu’aib diutus kepada penduduk Madyan. Mereka juga disebut Ashhabul Aikah, penduduk yang suka mengurangi timbangan (takaran), sehingga mereka dibinasakan oleh Allah SWT. Madyan sekarang termasuk Kerajaan Saudi Arabia.

Nabi Syu’aib diutus sebelum Musa dan Harun di negeri yang berlainan. Musa di Mesir dan Syu’aib di Madyan. Ketika Nabi Musa lari ke Madyan mendapat perlindungan dari Nabi Syu’aib.  Musa dijadikan menantunya. Nabi Syu’aib memiliki dua orang gadis, Untuk mahar perkawinan Musa wajib mengembala kambing selama 10 tahun. Nabi Musa memenuhinya. Gadis yang diperisterikan Musa adalah gadis yang disuruh ayahnya memanggil Musa dari dekat sumur pengembala.

Nabi Syu’aib ingin berterima kasih kepada Musa atas kebaikannya membantu tugas dua anak gadisnya. Lalu Syu’aib mengutus seorang anak gadisnya menemui Musa.

Gadis itu menemui Musa seraya berkata: Ayah saya memamanggil anda untuk membalas jasa baikmu menimbakan air buat domba-domba kami” Gadis cantik itu terkesan malu-malu berhadapan dengan seorang pemuda yang ganteng dan gagah seperti Musa. Sifat malu-malu inilah yang menunjukkan ketinggian martabat seseorang wanita.

Nabi Syu’aib diutus kepada kaum yang curang dalam takaran, menolak dakwah Nabi dan dituduh Syu’aib sebagai pendusta. Hanya sebagian kecil dari bangsa ini yang beriman.

Meski demikian, Syu’aib tidak berani diganggu karena beliau banyak kaumnya. Apa lagi setelah kehadiran Musa sebagai menantunya. Nabi Musa dikenal sebagai lelaki yang sangat kuat. Sekali meninju orang Qubti langsung tewas. Ia juga mampu mengangkat batu besar, yang jika dikerjakan oleh lelaki lain harus berkongsi sepuluh orang.

Ketika Syu’aib meningkatkan seruannya, mereka berkata: Hai Syu’aib kami tidak banyak mengerti apa yang kamu katakan dan sesungguhnya kami melihatmu seorang yang lemah di antara kami, kalau tidak karena keluargamu tentulah kami telah merajam kamu, sedang kamu bukanlah orang yang berwibawa di sisi kami. (QS. Hud:91).

Dalam Surat Al-A’raf Allah menambahkan; Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu’aib dan orang-orang beriman bersamamu dari kota kami, kecuali kamu kembali kepada kepada agama kami.(QS. Al-A’raf:88).
Ketika bangsa ini benar-benar membangkang dan mengancam Rasulullah Syu’aib, maka Allah SWT menurun azab kepada mereka. Selama tujuh hari diberi matahari yang sangat panas, kemudian datanglah awam hitam yang menutupi matahari.

Mereka menyangka hujan akan tiba, ternyata awan itu menurunkan api yang memusnahkan semua mereka.”Sesungguhnya awan itu adalah azab yang besar (QS. Asy-Syu’ara:189). Setelah kaumnya binasa, Nabi Syu’aib bersama orang-orang yang beriman masih diberi kesempatan hidup lama oleh Alllah SWT. ***** ( Tgk. H. Ameer Hamzah )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>