Raja Salman Ajak Negara Islam Hadapi Terorisme

      Tidak ada Komentar

RajaRaja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud (kiri) didampingi Ketua DPR Setya Novanto memberikan pidato kenegaraan di Ruang Rapat Paripurna I di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (2/3). Pada hari kedua kunjungan kenegaraannya ke Indonesia, Raja Salman mengunjungi DPR, Masjid Istiqlal dan melakukan pertemuan dengan tokoh agama di Istana Merdeka, Jakarta. (ant/Wahyu Putro A )

Jakarta ( Berita ) : Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud mengajak negara-negara sahabat terutama negara berpenduduk Islam untuk menyatukan barisan guna menghadapi tantangan dunia saat ini, seperti terorisme dan radikalisme.
“Sesungguhnya tantangan yang kita hadapi saat ini, khususnya umat Islam dan dunia secara umum, adalah fenomena terorisme, benturan peradaban, tidak adanya penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta intervensi terhadap urusan dalam negeri negara lain,” kata Raja Salman saat berpidato pada kunjungannya ke Gedung Nusantara, Kompleks MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis [2/3].

Hadir pada acara tersebut antara lain, Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, Try Sutrisni Wakil Presiden RI 1993-1998, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPD RI Muhammad Saleh, dan para tamu undangan lainnya.

Menurut Raja Salman, tantangan dunia saat ini mengharuskan negara-negara, khususnya negara berpenduduk Islam, untuk menyatukan barisan dalam menghadapi tantangan tersebut, serta melakukan koordinasi dalam berbagai upaya yang memberikan kemanfaatan bersama.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi peran Dewan yang terhormat dalam meningkatkan hubungan kerja sama antara kedua negara, yaitu apresiasi atas penandatanganan 11 kerja sama antara kedua negara, Arab Saudi dan Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPR RI, Setya Novanto, dalam sambutannya mengatakan, kunjungan Raja Salman ke Indonesia merupakan kunjungan bersejarah yang memiliki arti penting bagi peningkatan kerjasama kedua negara.

Menurut Novanto, pada kunjungan Raja Faisal, dari Arab Saudi pada 47 tahun lalu, negara Indonesia dan Arab Saudi, memiliki pandangan dan sikap yang sama dalam menghadapi ancaman komunisme dan zionisme, maka ancaman yang dunia hadapi saat ini adalah bagaimana menciptakan keamanan dan perdamaian dunia, khususnya dari bahaya terorisme dan radikalisme.

“Jika Indonesia dan Arab Saudi dapat bekerjasama dan bersatu padu, maka akan memberikan dampak yang besar dalam menciptakan perdamaian dunia, setidaknya di kalangan negara-negara Islam. Di situlah poros Saunesia atau Saudi Arabia-Indonesia perlu kita mantapkan ke depan,” tegasnya. (ant )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>