Pembuktian Perkara Penistaan Agama Makin Sempurna

      Tidak ada Komentar

MEDAN ( Berita ): Pakar Hukum dari Universitas Sumatera Utara (USU) Dr. Abdul Hakim Siagian, menilai pembuktian perkara penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah semakin sempurna. Karenanya, dia berharap Jaksa Penuntut Umum (JPU) jangan ragu untuk menuntut maksimal.
“Pembuktian perkara ini sudah sempurna. Artinya dakwaan JPU sangat strong menutup celah Ahok, lolos dari jeratan hukum,” kata Abdul Hakim Siagian, kepada Wartawan, setelah menyaksikan persidangan ke- 12 penistaan agama Islam oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), melalui televisi, Selasa (28/2).

Kata Abdul Hakim, dua saksi yang dihadirkan JPU yakni Habib Rizieq Shihab, sebagai ahli agama Islam dan Abdul Chair Ramadhan sebagai ahli hukum pidana, dengan tegas menyatakan Ahok, berulang kali melakukan penistaan agama.

Bahkan, saksi meminta mejelis hakim segera menahan Ahok, karena perbuatannya berulang kali.Tidak hanya itu, menurut Abdul Hakim, JPU juga sangat cerdas menghadirkan dua ahli tersebut pada persidangan kali ini. Artinya dari berbagai bukti yang sudah dihadirkan JPU, kedua saksi menutup dengan sempurna dalam konteks pembuktian.

“Saya menilai dakwaan JPU telah sempurna, karena dikawal bukti dan keterangan saksi yang kuat. Kita harapankan JPU tak ragu-ragu mengajukan tuntutan maksimal terhadap terdakwa,” ucapnya.
Selain itu, sambungnya, majelis hakim juga memperlihatkan ketegasannya dengan menolak keberatan terdakwa dan kuasa hukumnya yang menolak Habib Rizieq Shihab, dan Abdul Chair,sebagai saksi ahli dalam perkara tersebut.

Majelis hakim menilai keberatan terdakwa dan kuasa hukum atas saksi dengan alas an sebagai tersangka merupakan tidak mendasar. Majelis hakim memperlihatkan konsistensinya terhadap perkara ini.

Abdul Hakim, berharap pada persidangan selanjutnya ,majelis jeli dan tidak mengambil resiko, dan bertindaklah secara adil, dengan menahan Ahok. Karena dia sangat berpotensi melarikan diri. Apalagi terus berulah dan mengulangi perbuatanya.

Menurutnya, bila Ahok, ditahan maka potensi perpecahan bangsa bisa dicegah. “Semoga hati nurani mejelis hakim berbicara dan terketuk untuk melihat kondisi bangsa akibat perbuatan Ahok ini,” sebutnya.

Dia mencontoh, akibat kasus ini, suasana gonjang ganjing diberbagai bidang politik, sosial, agama, dan sangat berpotensi merembet ke hal lain. Padahal sebagai musababnya adalah terdakwa Ahok ini. ”Jaksa yang telah sempurna membuktikan dakwaannya juga sangat bijak bila mengusulkan agar Ahok,ditahan,” tegasnya. (WSP/m49/I)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>