Pemerintah Tekan Umat IslamDengan Berbagai Cara

      Tidak ada Komentar

MEDAN ( Berita ) : Guru besar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) Prof. Dr. Abdullah, menilai pemerintah bukan saja terus bersikap diskriminasi terhadap umat Islam, bahkan juga terkesan menekan umat Islam dengan berbagai cara.
Contohnya, kata Prof. Abdullah, beberapa pernyataan pemerintah bersama menterinya, selalu terkesan memojokkan umat Islam. Terakhir pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, yang menekankan kepada umat Islam tidak membawa isu agama ke ranah politik.

Berbicara kepada Wartawan ,Senin (27/2), Prof. Abdullah, menilai pernyataan yang disampaikan Menteri Agama saat Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama, di Jakarta, Minggu (26/2), mengarah kepada umat Islam, dan bersifat menekan Umat Islam.

Sedangkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang jelas-jelas terdakwa penista agama, tidak pernah diperingkatkan oleh pemerintah, meski sudah berulang kali melakukan perbuatannya.  “Satu sisi, terdakwa penista agama, bebas berkeliaran dan Islam tidak membawa isu agama ke ranah politik.

Sedangkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang jelas-jelas terdakwa penista agama, tidak pernah diperingkatkan oleh pemerintah, meski sudah berulang kali melakukan perbuatannya. “Satu sisi, terdakwa penista agama, bebas berkeliaran dan jika pemerintah terus berpihak, maka tidak baik bagi stabilitas keamanan bangasa ini.

Karenanya, dia menyarankan, agar pemerintah segera sadar dan bertindak adil kepada umat Islam .Indikasi pemerintah tidak berpihak kepada umat Islam sudah dirasakan sejak kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok, bergulir.

Di mana umat Islam terus ditekan,sedangkan terdakwa penista agama tidak pernah disentuh. Dia meminta pemerintah tidak selalu menyalahkan kelompok mayoritas. Pemerintah jangan terus mempersulit umat Islam.

Sementara terdakwa penistaa agama terus diistimewakan. Kata Abdullah, sejak kasus penistaan agama ini bergulir,ada upaya peminggiran terhadap umat Islam, baik dari peran politik, ekonomi dan budaya.

“Islam sengaja dilemahkan dengan membenturkannya dengan sesama umat Islam ,”katanya. Jika pemerintah terus memperlakukan umat muslim sebagai mayoritas dengan tidak adil, maka ini sumber konflik.

Kata Abdullah, umat Islam sudah mencium adanya gerakan untuk menghancurkan Islam. Namun, umat Islam tetap sadar, karena sangat mencintai negeri ini. (WSP/m49/C)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>