Nabi Nuh

      Tidak ada Komentar

Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada ilah bagimu selain-Nya. Sesungguhnya kalau kamu tidak menyembah Allah, aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).(QS.59).
NABI Nuh Alaihissalam disebut dalam Alquran 43 kali dalam berbagai surah. Bahkan dalam Alquran juga ada sebuah Surat yakni Surah Nuh. Jarak waktu antara Nabi Adam dan Nabi Nuh adalah seribu tahun.

Usia Nabi Nuh menurut Ibnu Abbas 1780 tahun. Itulah usia terpanjang yang pernah kita temukan. Sebelum banjir besar saja, Nuh sudah berusia 950 tahun. Tetapi pendapat lain, usia Nuh cuma 1000 tahun.

Umat Nabi Nuh menyembah berhala, mereka tidak mau beriman kepada Allah dan rasul-Nya Nuh). Ketika Nuh berdakwah mereka mengatakan Nuh itu lelaki gila, jika Nuh tidak berhenti berdakwah kepada mereka, Nuh diancam akan dirajam (QS. As-Syu’ara: 116). Nuh tetap bersabar atas perlakuan mereka. Tetapi Nuh senantiasa meminta petunjuk Allah SWT. Atas sikap kaumnya yang melewati batas.

Kemudian Allah menyuruh Nabi Nuh membuat kapal, malaikat mengajarkan Nuh membuat kapal dari kayu besar. Orang-orang kafir mengejek Nabi Nuh, untuk apa kapal dibuat atas daratan, jauh dengan laut. Benar-benar Nuh itu orang gila, kata mereka. Isteri dan seorang putra Nuh yang bernama Kanaan turut mengejek kerja ayahnya.

Setelah kapal selesai, hujanpun mulai turun dengan lebatnya, siang dan malam, dari bumi juga keluar air sebanyak-banyaknya. Topan pun mulia berhembus. Terjadilah banjir besar, bukit-bukit mulai ditelan oleh air bah, kemudian puncak-puncak gunung. Orang-orang kafir senua mati tenggelam termasuk isteri dan putranya yang tidak beriman.

Waktu itu, hanya penumpang kapal sebanyak 80 orang yang hidup, tambah Nabi Nuh Alaihissalam. Di antara delapan puluh orang itu, terdapat tiga putra Nabi Nuh yang beriman; mereka adalah Sam, Ham dan Yafadz.

Selain manusia, dalam kapal juga ada binatang, masing-masing jenis berpasangan. Gajah dua ekor, singa dua ekor, lembu dua ekor, kambing dua ekor, burung-burung masing-masing jenis dua ekor Dan lain-lain.

Setelah berlayar 150 hari, airpun surut, kapal Nabi Nuh berlabuh di bukit Aljudi pada tanggal 10 Muharram. Nabi Nuh dan penumpang kapal turn kembali memulai hidup baru.

Putranya yang bernama Ham merantau menyeberang selat menuju Afrika, maka berkembang biaklah bangsa-bangsa Afrika memenuhi benua itu. Putranya yang bernama Yafadz menyeberang laut tengah menuju Rumawi, maka berkembanglah bangsa-bangsa Eropa dan Amerika saat ini. Putranya yang bernama Sam tetap di Asia, maka berkembanglah bangsa-bangsa Asia saat ini. Wallahu a’lam.

Nabi Nuh wafat di Mekkah, makamnya juga di Mekkah, ada ulama yang menyebut di dalam masjidil haram, ada yag memastikan dalam hijir Ismail. Hanya Allah yang tahu. Nabi Nuh digelar oleh Allah “Abdan Syakura”, hamba yang paling banyak bersyukur. Semoga kita dapat berjumpa dengan Nuh di surge kelak. Amiiiiinnnn! ***** ( Tgk. H. Ameer Hamzah )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>