Isyarat Alquran Tentang 9 Pengkhianat Bangsa

      Tidak ada Komentar

Tidak mustahil sembilan penjahat yang dikisahkan dalam ayat di atas akan muncul pula di negeri ini karena setiap negeri yang dihuni oleh kaum Muslimin pasti akan ada pejahatnya

Allah SWT berfirman: dan di kota itu ada sembilan laki laki yang berbuat kerusakan di muka bumi, mereka tidak melakukan perbaikan (QS. An Naml: 48). Ayat ini menerangkan timbulnya kerusakan di kota Hijr, negeri kaum Tasmud umat Nabi Saleh As. Madain Saleh 400 Km dari kota Madina Saudi Arabia sekarang ini, mereka itu adalah anak bangsawan negeri, mereka bisa berbuat apa saja dengan leluasa tanpa ada seorangpun mampu yang mengahalanginya. Karena perbuatan yang mereka lakukan selalu dilindungi dan dibela oleh penguasa dimasa itu.

Ada beberapa riwayat yang menyebutkan tentang sembilan orang penjahat tersebut seperti riwayat dari al Ghaznawi, Ibnnu Ishaq, Zamakhsyari al Mawardi dan sebagainya. Masing masing-mereka menyebutkan nama yang berbeda, yang tidak begitu penting untuk dicantumkan di sini, yang perlu dicatat kejahatan yang mereka perbuat adalah kejahatan yang tersistim dan telah direstui oleh penguasa mereka.

Di antara kejahatan yang mereka lakukan adalah rencana besar mereka untuk membunuh Nabi Saleh As dan orang orang yang beriman ke dada Nabi Saleh dalam waktu satu malam.

Keesokan harinya mereka akan memberikan imformasi kepada keluarga mereka bahwa mereka tidak pernah terlibat dalam pembunuhan tersebut karena mereka orang orang baik dan tidak mungkin mereka melakukan kejahatan.

Kejahatan lain yang mereka lakukan adalah merusak sistim perekonomian dengan cara melegalkan kecurangan dalam sukatan dan timbangan, monopoli ekonomi, memfitnah pengikut Nabi saleh As membunuh unta Nabi Saleh As yang dipelihara dan dilarang menyentuhnya sebagai bukti mu’jizat Beliau. Semua itu dilegalkan oleh penguasa pada masa itu, karena sembilan orang ini adalah anak bangsawan yang di back up oleh penguasa yang berpihak kepada kezaliman.

Kejahatan yang mereka lakukan bukan hanya sebatas mendapat legalitas dari penguasa, tetapi mereka telah bersumpah untuk membunuh Nabi Saleh dan menyerang secara tiba untuk melenyapkan kaum Muslimin dari permukaan bumi.

Hal itu dijelaskan ayat setelahnya: Mereka berkata: Bersumpahlah kamu dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari (QS. An Naml: 49).

Diriwayatkan dari Qatadah; mereka berjanji/berbai’at akan menculik pengikut Nabi Saleh As di waktu malam, lalu membunuhnya. Tetapi rencana mereka tidak dapat mereka laksanakan karena kalah dengan tindakan makar Allah SWT, akhirnya mereka kandas diluluhlantakkan Allah SWT dengan menimpakan batu besar kepada mereka, dan angin punting beliung selama 7 malam 8 hari sehingga mereka hancur lebur.

Sejarah akan berulang karena setiap jalan yang telah dirintis pendahulunya, akan ada pula yang mengikutinya meskipun jalan yang salah Allah SWT berfirman watil kal ayyamu nudawiluha bainannas/demikianlah sejarah itu akan kami gilir terhadap manusia (QS. Ali Imran: 140).

Meskipun sembilan penjahat tersebut telah lama berlalu dalam peredaran sejarah, namun sejarah akan berulang kepada manusia agar mereka tidak hanya sekedar pembaca sejarah tapi menjadi kan sejarah sebagai pelajaran yang bermanfaat.

Tidak hanya pada masa Nabi Saleh As, sembilan penjahat dari pembesar Quraisy muncul dan berulang kembali melakukan missi yang sama, menentang dakwah risalah yang diemban Nabi Muhammad SAW.

Mereka adalah, Utbah dan syaibah bin Robi’ah, Abu Bakhtari bin Hisyam, Hakim Bin Hazzam, Naufal bin Khuwailid, AlHaris bin ‘Amir, Thu’aimah bin ‘Ady, Nadhar bin Haris, Zam’ah bin Al Aswad, Abu Jahal Bin Hisyam, Umayyah bin Khalaf semua mati tersungkur dalam perang Badar.

Tidak mustahil sembilan penjahat yang dikisahkan dalam ayat di atas akan muncul pula di negeri ini karena setiap negeri yang dihuni oleh kaum Muslimin pasti akan ada pejahatnya, sebagaimana firman Allah SWT: demikianlah telah kami jadikan setiap negeri pasti jadikan pembesar pembesar pelaku kejahatannya (QS.Al A’raf: 123).

Isu ‘’Sembilan Naga’’ mereka ialah para taipan berjumlah sembilan orang yang memegang kendali bisnis besar di Indonesia merupakan ancaman besar bagi negeri ini. Mereka telah menguasai perekonomian melalui jalur politik kepemimpinan. Pengusaha lokal, rakyat kecil secara massif sudah mulai berjatuhan, kebutuhan logistik, media massa hampir sempurna sudah ditangan mereka.

Meskipun mereka akan menguasai negeri ini secara sempurna tapi ada satu yang hal tidak akan dapat mereka kuasai yaitu keimanan dan keyakinan umat Islam terhadap bantuan Allah SWT dan dengan bekal inilah umat Islam akan mendapat bantuan Allah SWT.

Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari. Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya.

Maka Itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh. Sesungguhnya pada yang demikian itu (terdapat) pelajaran bagi kaum yang mengetahui. Dan telah Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka itu selalu bertakwa (QS.An Naml: 49-50). Wallahu a’lamubishshawab. ***** ( Muhammad Nasir Lc, MA. )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>