Ahok – Djarot Unggul, Bukti Umat Islam Belum Bersatu

      Tidak ada Komentar

MEDAN ( Berita ) : Hasil perolehan suara Pilkada DKI Jakarta dengan keunggulan pasangan Ahok – Djarot, dinilai sebagai bukti kalau umat Islam di sana belum bersatu. Sosiolog dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) Dr Ansari Yamamah, berharap pada putaran kedua umat Islam bisa jauh lebih lebih solid lagi.
“Belum terlambat, masih ada putaran kedua untuk bertindak lebih bijak dan jernih dalam menentukan pilihan. Kasus penistaan agama dan pengancaman Ketua MUI oleh Ahok, di persidangan cukup kuat dijadikan alasan umat Islam untuk bersatu,” kata Ansari Yamamah kepada Wartawan ,Kamis (16/2), menangapi hasil Pilgub DKI Jakarta.

Ansari Yamamah, tidak membantah jika tidak sedikit pola pikir umat Islam di Jakarta pragmatis. Graind desainya tidak jangka pajang. Lebih kepada bersifat instan, guna kesenangan duniawi yang sesaat.

Karena itu, tidak salah jika mengingatkan kembali saudara-saudara kita berpikir bijak. Dia juga berharap semua pihak menjadikan hasil putaran pertama Pilgub DKI Jakarta, menjadi bahan evaluasi.

Seluruh komponen umat Islam, tak terkecuali partai politik berbasiskan Islam harus menghidupkan mesin politiknya menyongsong ‘pertarungan’ di putaran kedua nanti. ‘’Semua harus all out. Hasil putaran pertama, merupakan konsekuensi logis ketika umat Islam tidak solid,” katanya.

Ansari Yamamah, menyarankan perlu upaya sinergis dan solid untuk menguatkan eksistensi jati diri umat Islam dengan politiknya. Memang selalu ada batu penghalang, baik dari kalangan umat Islam sendiri maupun di luar umat Islam .

Umat Islam mampu membuat garis tegas tidak plin – plan. Menurutnya, fenomena ini memang merupakan aib bagi umat Islam. “Kita harus malu sebagai mayoritas jika gagal mengantarkan wakil terbaik memimpin ibu kota,” katanya.

Ansari, menyebutkan saatnya bagi umat Islam intropeksidiri. Jangan saling menyalahkan. Dia mengatakan, 83 persen penduduk Jakarta adalah beragama Islam. Artinya, jumlahnya yang sangat dominan, namun, tidak bisa menentukan. “Mari kita kaji situasinya secara mendalam,” sebutnya.

Ansari Yamamah, menyebutkan tidak sulit bagi umat Islam untuk memangkan Pilgub. Kuncinya umat Islam Jakarta bersepakat untuk bersatu dengan tidak berpikir jangka pendek.

Ansari, meminta eleman umat Islam mengesampingkan kepentingan materi, pribadi dan kelompok.‘’Mari tulus ikhlas berbuat untuk kepentingan umat. Hasil nanti adalah sepenuhnya kehendakNya.

Jakarta adalah Jendela Indonesia. Jika Jakarta tidak mampu dipimpin oleh muslim, artinya umat Islam lemah. Implikasinya, umat Islam lebih lemah lagi untuk menyelesaikan masalah- masalah daerah ,’’ sebutnya.

Bersatu

Secara terpisah, Pengamat Komunikasi UIN SU Joko Susanto, mengatakan jalan satu-satunya bagi umat Islam adalah bersatu, sehingga tidak mudah dibenturkan. Hasil Pilgub DKI putaran pertama, membuktikan umat Islam tidak solid “Pihak tertentu berhasil memecah umat Islam sehingga kekuatan melemah,” sebutnya.

Apalagi, umat Islam di Jakarta cenderung tidak berpatok kepada nilai-nilai yang terkandung dalam agama. Mereka lebih berpikir pragmatis, tanpa memikirkan nasib anak cucu kelak akibat perbuatannya.

Menurutnya, umat Islam mudah dipecah belah karena lebih mengedepankan ego sektoral kelompoknya. Umat Islam Jakarta cenderung lupa dengan misi besar agama Islam, yakn irahmatan lilalamin untuk semua umat di dunia.

Oleh karena itu, umat Islam harus segera sadar untuk tidak bisa dipecahbelah oleh siapa pun. Saat ini posisi umat Islam lemah. Maka umat perlu mengenyampingkan kepentingan pribadi dan kelompok dengan mengutamakan kepentingan umat Islam yang lebih luas. “Kebersamaan adalah keharusan .Kekuatan hanya ada dalam kebersamaan ,” ujarnya (WSP/m49/I)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>