Pengibar Bendera Papua Merdeka Dihukum Berat

      Tidak ada Komentar

Medan ( Berita ) : Pengamat Hukum Internasional Universitas Sumatera Utara Prof Dr Suhaidi, SH, berpendapat pelaku pengibaran bendera Papua Merdeka di KJRI Melbourne, Australia, harus dihukum berat. “Perbuatan tersebut, termasuk pelanggaran wilayah kedaulatan Indonesia karena memasuki KJRI di Melbourne tanpa izin,” kata Suhaidi, di Medan, Kamis [12.01].

Kepolisian Australia, menurut dia, agar mengusut tuntas dan menangkap pelaku pengibaran bendera Papua Merdeka itu, sehingga ke depan tidak terulang lagi. “Memasuki secara ilegal KJRI Melbourne tersebut, merupakan perbuatan pidana dan termasuk penghinaan terhadap Indonesia,” ujar Suhaidi.

Ia menyebutkan, pengibaran bendera Papua Merdeka di Australia menunjukkan semua rentetan peristiwa. Bahwa memang Australia sebagai suatu negara harus selalu diwaspadai oleh Indonesia. “Karena, negara tersebut sudah beberapa kali melakukan hal-hal yang tidak disukai oleh Indonesia,” ucapnya.

Suhaidi mengatakan, ketegasan dalam hubungan diplomatik diperlukan, agar negara lain tidak meganggap remeh Indonesia. Indonesia adalah negara berdaulat dan besar, dan harus menunjukkan jati dirinya. Jika Indonesia hanya melakukan protes-protes saja, dan sudah beberapa kali terjadi, namun selalu terulang kembali.

“Diperlukan tindakan yang lebih nyata, misalnya dengan memanggil Dubes Indonesia dari Australia, sampai persoalan tersebut selesai,” kata mantan Pembantu I Dekan Fakukltas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) itu. (ant )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>