2.200 Perusahaan Lakukan Bisnis Gadai

      Tidak ada Komentar

MEDAN (Berita): Sampai tahun 2017 ini, ada 2.200 perusahaan swasta yang mengajukan usaha bisnis gadai ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga hal ini merupakan persaingan positip bagi PT Pegadaian (Persero).

Hal itu ditegaskan Direktur Bisnis PT Pegadaian (Persero)        Dijono, SH,MH Jumat (6/12) di Hotel Madani Jalan SM Raja Medan pada acara serah terima jabatan dan pisah sambut Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah I Medan dari Ketut Suhardiono, SE,MM yang pindah ke kantor pusat di Jakarta dan pejabat baru Nasruddin Dali, SE, sebelumnya dari Denpasar, Bali.

Kepada wartawan Dijono mengatakan pihaknya telah mengetahui 2.200 perusahaan akan melaksanakan usaha bisnis gadai. Dalam peraturan OJK memang usaha swasta yang melaksanakan bisnis gadai sah-sah saja. Tentu saja hal ini merupakan persaingan bagi Pegadaian. “Jadi untuk mengantisipasi ini, Pegadaian harus meningkatkan kinerja,” katanya.

Kesiapan yang dilakukan Pegadaian antara lain  optimalisasi penjualan, optimalisasi fitur-fitur penjualan yang terus diperbaharui, kecepatan pelayanan, produk-produk dikembangkan seperti tabungan emas, kreasi dan sebagainya.

Untuk sumber daya manusia sebagai penopang utama sudah cukup bagus. “Cuma yang sudah baik harus lebih baik lagi, kalau tidak ya gitu-gitu ajalah jadinya, tak ada perubahan,” katanya.

Tahun 2017 ini, secara nasional Pegadaian menargetkan nasabah 9,9 juta orang dengan oustanding loan mencapai Rp40,3 triliun dan perkiraan laba mencapai Rp2,2 triliun. Sedangkan tahun 2016 outstanding loan Rp35,2 triliun dengan jumlah nasabah 8,6 juta, mengalami peningkatan 16,9 persen. Paling banyak nasabahnya di Makassar, Jakarta, Surabaya, Semarang dan Denpasar dari 12 Kanwil.

Karakteristik Pegadaian, kata, Dijono, pada bulan-bulan  sibuk yakni bulan Pebruari dan menjelang bulan puasa dimana kredit masuk cukup tinggi. Sebaliknya menjelang lebaran, lebaran haji, natal dan Desember biasanya justru yang menebus barang lebih banyak. “Yang digadai masih tetap paling banyak emas mencapai 95 persen emas dengan rata-rata kredit Rp2 5 juta per hari,” katanya.

Ia menyebutkan pihaknya mensosialisasikan produk-produk Pegadaian dengan berbagai cara termasuk melalui brosur bahkan dari mulut ke mulut.

Pegadaian di Indonesia, keamanan kerjasama dengan Kepoilisian. “Kita bukan objek vital, namun  punya 4.455 outlet yang dijaga dari kepolisian dan terkait lainnya,” kata Dijono.

Pejabat lama Ketut Suhardiono mengatakan dia sudah tiga tahun menjabat di Kanwil I Medan yang mencakup Sumut dan Aceh. Ketut menyebut di Kanwil PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah I Medan ada 53 cabang dengan 793 pegawai dimana perputaran uang pinjaman (UP) di Medan paling bagus di Indonesia. “Selama tahun 2016 terjual sekira 110 kg dan akan terus berkemban dalam tiga dan empat tahun mendatang,” katanya. (wie)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>