Masjid Quba Pertama Di Dunia

      Tidak ada Komentar

Masjid yang pertama dibangun langsung di dunia ini oleh Nabi Muhammad SAW adalah masjid Quba pada tahun ke 13 dari kenabian (622 M.) Ketika Beliau singgah dalam perjalanannya hijrah menuju madinah Al munawaarah, singgah di Desa Quba di sebelah Barat daya kota Madinah.

Para ulama tafsir berpendapat masjid inilah yang disebut Alquran sebagai masjid takwa karena dibangun atas dasar ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan kata lain masjid Quba adalah sebagai lokomotif dari seluruh masjid yang ada didunia ini dalam rangka menanam benih takwa untuk terbangunnya masjid yang lain baik di kota Madinah maupun di luar Madinah, berikut takwa sebagai modal untuk menjalankan fungsi masjid.

Di dalam Alquran Allah SWT berfirman: Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama, adalah lebih patut kamu bersembayang di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri, dan Allah menyukai orang-orang yang membersihkan diri (QS Attaubah: 108).

Sejarah berdirinya masjid Quba di mulai dari informasi yang diterima orang Madinah bahwa Nabi Muhammad SAW dan orang Makkah akan berhijrah ke Madinah (Yatsrib ketika itu). Di antara orang oarang Madinah sudah ada yang memeluk Islam sebelum datang Nabi Muhammad SAW.

Mereka adalah sekelompok dari suku Aus dan suku Khazraj. Antara harap dan cemas mereka menanti kedatamgan Rasulullah SAW yang akan datang dari Makkah. Seketika mereka mendapat kepastian bahwa Nabi Muhamad SAW dan Abu Bakar sudah mendekati Desa Quba, mereka menyonsong kedatangan tamu yang mereka nantikan tersebut ke Quba.

Setibanya Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar di Quba, kaum Muslimin Madinah menyambut dan mengelilingi lalu membawa Beliau dan Abu Bakar ke rumah Hindun bin Imriil Qis dari keturunan Amr bin Auf.

Rumah ini dijadikan posko bagi kaum muhajirin yang pertama datang dari Makkah sebelum kedatangan Nabi Muhammad SAW. Unta yang ditunggangi Nabi Muhammad SAW ditambatkan di tanah lapang milik Kulsum bin Hindun dan menurut kebiasaanya tanah itu digunakan untuk menambatkan Unta dan menjemur kurma.

Selama empat hari Nabi Muhammad SAW menginap di rumah Kulsum dan siang harinya duduk di rumah Sa’ad bin Khaitsamah sambil menerima para tetamu yang datang dari Madinah yang tidak sabar lagi menanti kedatangnnya di Madinah Al Munawwarah. Interval waktu selama empat hari itulah Nabi Muhammad SAW membangun masjid Quba.

Para pakar hadis sepakat mengatakan bahwa masjid Quba yang sekarang berdiri megah didirikan di tempat duduk untanya Nabi Muhammad SAW ketika pertamakali datang ke Madinah, persisnya di tanah Kulsum bin Hindun yang kemudian diwakafkannya. Inilah masjid yang pertama sekali dibangun langsung oleh Nabi Muhammad SAW dengan bantuan kaum Muslimin dari golongan Ansor dan Muhajirin.

Dalam sejarah awal pembangunan dan perkembangannya masjid Quba ini hanya terbuat dari batu bata merah dengan atap yang terdiri dari pelepah kurma. Kemudian pada masa Khalifah Usman bin Affan 664- 656 M, masjid ini dipugar dan diperluas. Seterusnya mengalami beberapa kali perluasan pada masa Khalifah Malik bin Marwan khalifah kelima Dinasti Bani Umayyah tahun 685- 705 M. Dan Khalifah Al Walid bin Abdul Malik tahun 705- 715 M. Dan banyak lagi para sultan yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam pemugaran dan pembangunan masjid Quba hingga abad ke 20.

Hingga kini bangunan masjid Quba yang terlihat megah, ditangani langsung oleh Kerajaan Arab Saudi tanpa menerima infak dari negara manapun atau dari jamaah haji dan umroh yang datang ke sana. Untuk mengenal bangunan asli masjid Quba yang dibangun pada masa Rasulullah SAW terlihat tanah datar terbuka yang berkerikil di tengah bangunan masjid, diperkirakan tanah datar itu tempat Rasululllah SAW mendudukkan Unta. Sehingga dinamakan tempat tersebut mabraak annaqah/tempat duduk Unta.

Sebagai masjid monumental pertama yang dibangun oleh tangan Nabi Muhammad SAW, bangunan masjid Quba menjadi contoh dasar bagi kaum Muslimin di seluruh dunia baik dari sisi bangunan fisiknya maupun dari sisi fungsinya.

Fungsi ibadah dalam melaksanakan shalat berjamaah dan fungsi pendidikan dalam mengembangkan ajaran Islam, mendidik anak-anak menghapal Quran, fungsi sosial membantu fakir miskin, sampai sekarang masih berlangsung. Seharusnya fungsi fungsi tersebut menjadi contoh bagi masjid masjid diseluruh dunia.

Meskipun masjid Quba tidak termasuk dalam kategori masjid yang dianjurkan untuk dikunjungi seperti halnya tiga masjid yang populer dalam hadis Nabi Muhammad SAW: janganlah kamu bepergian/berziarah kecuali tiga masjid yaitu Masjidilharam, masjidku ini (masjid Nabawi)dan masjidal Aqsha (HR.Bukhari dan Muslim).

Namun keutamaan masjid Quba tidak dapat disamakan dengan masjid lain yang ada di permukaan bumi ini. Masjid Quba mempunyai keutamaan tersendiri karena Rasulullah SAW secara rutin setiap hari Sabtu berkunjung ke masjid Quba melaksanakan shalat dalam bentuk sunnah Qauliyah.

Beliau bersabda: Siapa siapa yang bersuci di rumahnya kemudian datang ke masjid Quba, kemudian dia melaksanakan shalat, maka pahala shalatnya sama dengan pahala umroh (HR.Ahmad bin Hanbal,an-Nasai Ibnu Majah dan Hakim). Walllahu ‘alamu bishawab. ***** ( H.Muhammad Nasir Lc MA. : Pimpinan Pondok Pesantren Tahfiz Alquran Al Mukhlisin Batubara Dan Wakil Sekretaris Dewan Fatwa Pengurus Besar Al Washliyah )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>