Jabatan Dan Amanah

      Tidak ada Komentar

Seseorang yang ditakdirkan Allah menjadi pemimpin kaumnya, ia telah menanggung amanah yang sangat besar dalam hidupnya. Allah akan meminta pertanggungjawabannya di hari akhirat kelak.
Setiap kamu adalah pemimpin, setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya (HR: Bukhari). Sampaikan amanah kepada orang yang mempercayakan kepada kamu, dan jangan kamu berkhianat…(HR:Imam Ahmad).

Ia wajib menjalankan amanah itu dengan benar, jujur dan adil menurut kemampuaannya. Allah juga tidak memaksa apa yang dia tidak sanggupi. Kalau dia sengaja mengkhianati amanah, ia akan berdosa dengan Allah dan rasul-Nya, juga akan bertanggungjawab kepada kaumnya. Gurindam Melayu, Raja Ali Haji menyebutkan; Raja adil raja disembah, raja zalim raja yang dibantah.

Jabatan yang paling banyak tanggungjawabnya tentu kursi raja, perdana menteri, presiden, wakil presiden, ketua dan anggota parlemen mahkamah, menteri, gubernur, dan seterusnya.

Kejujuran dalam memegang amanah adalah bukti kekuatan iman seseorang. Hanya imanlah yang dapat menyelamatkan seorang pemimpin dari godaan dunia. Allah berfirman: Sesungguhnya Allah menyuruh kamu untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.(QS. An-Nisa’:58).

Sejarah dunia mencatat; banyak pemimpin baik yang dirindukan oleh umat manusia, dan banyak juga pemimpin buruk dan dikutuk oleh bangsanya karena mengkhianati amanah yang dibebankan kepada mereka.

Dari deretan yang baik-baik adalah para nabi dan rasul, sejumlah raja yang disebut dalam Alquran seperti Raja iskandar Zulkarnain, Putri Balkis, Thalut. Sedangkan yang buruk adalah Zamrut, Jalut, Fir’aun yang melawan kebenaran.

Menjadi pemimpin, bukan hanya pandai menjaga amanah yang dibebankan manusia tetapi juga harus pandai menjaga amanah yang diberikan Allah kepadanya. Para pemimpin wajib membawa rakyatnya kepada jalan lurus (benar), menyuruh beramar makruf dan mencegah mereka dari perbuatan yang keji dan mungkar.

Hal-hal yang seperti inilah yang sering dilalaikan oleh pemimpin modern masa kini. Kebanyakan pemimpin akhir zaman hanya memimpin sekedar menjaga stabilitas negara, tidak sampai berpikir bahwa spiritual juga wajib diurus oleh pemimpin.

Rasulullah Muhammad SAW adalah seorang pemimpin yang mengurus dunia dan spiritual manusia. “Aku tidak diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlak yang mulia (HR: Muslim).

Para pemimpin yang meremehkan spiritual manusia, negara yang dipimpin itu akan rusak. Seorang penyair Islam berkata: Bangsa- bangsa akan tegak kalau akhlak rakyat baik, dan bangsa-bangsa itu akan hancur kalau akhlak rakyatnya rusak (Syauqi Beyk). ***** ( Tgk. H. Ameer Hamzah )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>