Mustahil Persidangan Ahok Bebas Dari Tekanan

      Tidak ada Komentar

*Jangan Buka Keran Lahirnya Hukum People Power

MEDAN ( Berita ) : Majelis hakim yang menyidangkan kasus penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diminta tetap konsisten menegakkan supremasi hukum.
Majelis hakim diharapkan jangan membuka kran untuk lahirnya hokum people power Ketua Ikatan Sarjana Al-Washliyah (Isarah) Sumut M.Daud Sagitaputra, MA, mengatakan itu kepada Wartawanv , Rabu(4/1), dalam menanggapi persidangan ke empat Ahok, yang digelar secara tertutup, sehari sebelumnya.

Kata Daud Sagitaputra, majelis hakim yang memimpin sidang Ahok, harus tetap menegakkan supremasi hukum. Hakim harus menghindari sinetron hukum dalam perkara ini. Sebab publik, terutama umat Islam terus mengikuti kasus ini.

Dia mengatakan, jangan sampai penegakan supremasi hukum ternodai oleh kekuatan-kekuatan kepentingan. Jika hal tersebut terjadi, maka hokum yang seharusnya sebagai garda terdepan menjaga nilai-nilai keadilan telah hilang kekuatannya.

“Kalau sudah demikian,maka jangan salahkan bila people power yang akan bekerja dan menjadi pejuang dalam penegakan hukum. Semoga Supremasi hukum di negeri ini tetap terjaga. Sehingga nilai-nilai keadilan di negeri ini akan berdiri kokoh dalam melindungi anak bangsa,” sebutnya.

Karena itu, sebutnya, majelis hakim diminta serius menangani kasus dugaan penistaan agama ini. Sebab, pada sidang keempat kemarin, member sinyal hakim terkesan sudah mulai tidak konsisten. Indikasinya adalah sidang dilaksanakan tertutup.

Menurut Daud Sagitaputra,jika keadilan diabaikan dan kebenaran disembunyikan, maka yang lahir adalah hokum rimba atau hukum rakyat. “Siapapun tidak menghendaki ini. Karena itu, majelis hakim jangan membuka kran untuk itu,”katanya.

Lebih lanjut, kata Daud,majelis hakim harus professional dan berani menolak intervensi dari pihak manapun. Majelis hakim harus berani jujur dalam menangani kasus yang dinilai banyak pihak sarat intervensiini.“ Jika Ahok, terus mendapat keiistimewaan, dikuatirkan melahirkan ketidakpercayaan terhadap lembaga penegak hukum. Ini bisa memicu lahirnya hukum di luar aturan hukum. Tentu ini sangat tidak baik,”tambahnya.

Masyarakat, khususnya umat Islam, kata Daud, menaruh harapan besar terhadap majelis hakim, dengan bersikap tegas dan independen. “Yang terlihat sekarang ini,majelis hakim masih terkesan tidak konsisten, dan masih memperlihatkan keraguraguan untuk berpihak kepada kebenaran. Ahok, masih diberi kelonggaran. Pertanyaan siapa yang bermain dibelakang kasus ini sehingga hakim menggelar sidang tertutup ?,” katanya.

Menurut Daud, mustahil persidangan Ahok, bebas dari tekenan. Pada persidangan keempat kemarin, tergambar jelas hakim diduga dalam posisi ditekan. Daud, mengatakan public harus mendorong dan memberikan kepercayaan kepada hakim menghadirkan tegaknya supremasi hukum dalam kasus ini.  Menurut dia, siapapun pihak yang diduga melakukan penistaan agama, harus diproses hukum tanpa pandang bulu dan tidak mengaitkannya dengan kepentingan politik apapun.(WSP/m49/I)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>