Kebangkitan Islam Luar Biasa

      Tidak ada Komentar

*Subuh Berjamaah Di Masjid Al Jihad

MEDAN ( Berita ) : Ustadz Raden Muhammad Syafi’I (Romo), nenyebutkan kebangkitan umat Islam sekarang ini merupakan sesuatu yang luar biasa, karena terjadi di saat Islam dicap sebagai pelaku terorisme. Umat Islam dikucilkan, dan stigma teroris itu selalu diala-matkan kepada umat Islam.

‘’Padahal pelaku terorisme yang sesungguhnya adalah negara-negara barat yang menyerang dan berusaha menghabiskan peradaban Islam di dunia ini,” tegas Raden Muhammad Syafi’I, saat menyampaikan tausiyahnya di depan 1.000 lebih jamaah Shalat Subuh, di Masjid Al-Jihad, Minggu (1/1).

Menurut Romo Syafi’i, selama ini teror dilakukan negara-negara barat (Amerika Serikat dan Israel) terhadap rakyat Palestina dan Allepo, Syiria dan Afghanistan. Pasukan Hammas dan Palestina diserang tentara AS. Mereka juga menyerang pasukan Al Qaedah di Afghanistan, yang telah menewaskan ribuan umat Islam.

“Jadi sejatinya yang teroris itu adalah Amerika Serikat dan Israel, yang nyata-nyata telah membunuh umat dan tentara Islam yang berupaya mempertahankan kedaulatannya dari intervensi dan invasi AS dan Israel,” sebut Romo Syafi’I, yang juga Ketua Pansus Undang-undang Anti Terorisme di Komisi III DPR RI ini.

Romo menambahkan, stigma teroris dipakai AS, Israel dan China sebagai upaya pelemahan bagi sesuatu negara yang akan mereka kuasai. Palestina dikucilkan, Allepo diserang. Bahkan, bagi umat Islam yang akan menolong dan membantu warga Palestina dan Allepo, juga dianggap sebagai teroris.
Umat Islam yang memberikan bantuan kemanusiaan langsung diperiksa dengan tudingan membantu gerakan teroris. Pengusaha-pengusaha bus yang membantu memberangkatkan umat Islam menghadiri aksi damai bela Islam 212 diperiksa oleh aparat kepolisian.

Umat Islam yang dituduh akan melakukan peledakan bom di gereja langsung ditangkap dan divonis. Sementara pelaku pembakaran masjid di Tolikara bukannya ditangkap, malah diundang ke istana negara, sembari makan siang bersama Presiden Joko Widodo. “Kondisi seperti ini membuktikan bahwa umat Islam dikucilkan di negeri mayoritas,’’ kata Romo.

Tidak hanya itu, sebutnya umat Islam dianggap sebagai pelaku terorisme. Ini membuktikan bahwa negara menteror rakyatnya sendiri. ‘’Ingat, terorisme itu tidak ada hubungannya dengan Islam. Teroris ini hanya disain pemerintah saja,” sebut Romo Syafi’I, yang disambut dengan pekikan takbir; Allahu Akbar, Allahu Akbar.

Musuh Islam

Sebelumnya Ustadz Tagor Muda Lubis, dalam tausiyah mengingatkan bahwa kaum kafir adalah musuh umat Islam. Karenanya, memilih orang kafir sebagai pemimpin adalah haram. “Kita berharap, Ahok yang telah menista agama Islam dan menista ayat suci Alquran harus dipenjarakan. Bila Ahok, tidak dipenjarakan maka siap-siaplah akan terjadi revolusi,” sebutnya.

Dia menambahkan bahwa sudah saatnya umat Islam melaksanakan gerakan yang sistematis dan massif. Apalagi perekonomian sebagian besar dikuasai oleh para kafir. Usai kegiatan shalat subuh berjamaah, panitia kegiatan menerima infaq dari para jamaah sebesar Rp 37 juta.

Pantauan Wartawan, kegiatan Gerakan Nasional Shalat Subuh Berjamaah hari itu diikuti lebih dari 1.000 jamaah. Mereka memadati Masjid Al Jihad hingga ke halaman. Sebelum shalat, panitia yang dikordinir oleh GAPAI Sumut/GNPF MUI melakukan serangkaian kegiatan mulai Sabtu (31/12) hingga memasuki Tahun Baru 2017 pada Minggu (1/1) yang diakhiri Shalat Subuh Berjamaah. (WSP/h04/C)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>