4 Tahanan Kabur Ditangkap

      Tidak ada Komentar

MEDAN ( Berita ) : Polrestabes Medan dan Polsek Percut Seituan menangkap4 dari 12 tahanan yang kabur dari rumah tahanan polisi (RTP) Polsek Percut Seituan dalam penyergapan terpisah di Medan.

Tahanan yang ditangkap kembali, Novi Andri Syaputra (tahanan kasus perampokan) Muh Fadli Lubis (tahanan tersangka kasus perampokan), Agus Ramadani (tersangka kasus perampokan) dan Abdul Imam Akbar (tersangka kasus pencurian).

“Dua tersangkan atas nama Novi Andri Syaputra dan Muh Fadli Lubis ditangkap personel Satreskrim Polrestabes Medan dari tempat persembunyiannya di Jl. Irigasi IV, Lingk. V, Kel. Mangga, Kec. Medan Tuntungan,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho, Minggu (1/1).

Sedangkan Agus Ramadani, tersangka kasus perampokan, sambung Sandi, ditangkap personel Unit Reskrim Polsek Percut Seituan di kawasan Jl. Halat, Medan Area, dan satu lagi atas nama Abdul Imam Akbar, tersangka kasus pencurian diserahkan keluarganya ke Polsek Percut Seituan.

“Untuk 8 orang lagi yang belum tertangkap masih terus kita cari, termasuk dalang atau otak pelaku pelarian tersebut,” kata Sandi Nugroho didampingi Wakapolrestabes AKBP Mahedi Surindra dan para kabag, kasat dan kapolsek jajaran.

Sandi mengimbau kepada tahanan yang kabur segera menyerahkan diri sebelum diambil tindakan tegas. “Serahkan diri atau ditangkap diberi tindakan tegas terukur,” tegas Sandi Nugroho.

Serahkan diri

Tersangka Agus Ramadani yang terlibat kasus perampokan merupakan tahanan pertama yang menyerahkan diri. Agus menyerahkan diri Jumat (30/12) sekira pukul 18:00 atau 14 jam setelah kabur dari sel dan bersembunyi di sekitar areal pekuburan Muslim Jl. Halat, Kec. Medan Area. Selanjutnya, Novi Andri Syahputra dan Mhd Fadli Lubis (keduanya terlibat kasus perampokan) ditangkap di tempat persembunyian.

Kapolsek Percut Seituan Kompol Zendrato yang dikonfirmasi Waspada, Minggu (1/1) membenarkan keempat tahanan yang kabur itu diringkus kembali. “Sudah 4 tahanan yang diringkus kembali sedangkan 8 orang lagi masih dalam pengejaran,” sebut Kompol Zendrato.

Zendrato juga mengimbau agar pihak keluarga tahanan yang kabur agar segera memberitahukan keberadaan tahanan tersebut sebelum petugas mengambil tindakan tegas.

Larinya keduabelas tahanan tersebut merupakan yang kesekian kalinya terjadi. Peristiwa terakhir terjadi pada 22 Juli 2013 dan 4 tahanan melarikan diri dari dalam sel setelah menggergaji terali besi, selanjutnya pada Senin 14 Maret 2016, seorang tahanan wanita yang terlibat kasus penggelapan sepedamotor juga kabur melalui pintu depan ruang tahanan tersebut. (WSP/m39/h04/C)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>