2017 Umat Islam Semakin Solid

      Tidak ada Komentar

*Tak Boleh Konflik Dengan Siapapun

MEDAN ( Berita ) : Sosiolog Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) Dr. Ansari Yamamah, berpendapat pada tahun 2017 umat Islam semakin solid. Tahun ini akan menjadi pembukitan bagi kebangkitan umat Islam.
“Kegaduhan tahun 2016 akan menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam,” kata Ansari Yamamah, menjawab Wartawan, Minggu (1/1). Dia menyakni, pada 2017 persatuan umat Islam semakin solid. Karena itu, dia mengajak umat Islam untuk menjadikan 2017 sebagai tahun kerja nyata Indonesia.

Dia mengatakan, kegaduhan, politik, hukum, keagamaan dan retorika perebutan peran dan pengaruh dari berbagai elit pemerintah, telah membuat masyarakat jenuh. Bahkan, masyarakat menjadi apatis dan kehilangan kepercayaan kepada pemerintah.

Karena itu, sebutnya, ke-bangkitan umat Islam adalah kebangkitan Indonesia menyongsong masa depan yang lebih baik. Umat Islam harus bangkit dalam segala hal. Peningkatan SDM adalah hal yang mendesak, agar umat Islam memapu berkompetisi di era global.

Persatuan dan kesatuan, sambungnya, harus dikawal oleh kekuatan ekonomi dan pendidikan.Tanpa dua faktor ini, umat Islam akan terus tersingkir, bahkan akan mudah dipecah belah.

Karena itu, lanjutnya, gerakan ekonomi umat harus ditingkatkan. Semua umat harus saling berkontribusi. Sekecil apapun bantuan yang diberikan akan bermanfaat bagi kebang-kitan umat Islam. Tak kalah penting, menurutnya, umat Islam tidak boleh konflik dengan siap pun, apalagi sesama umat Islam.

Ansari Yamamah, mengatakan melihat peliknya persoalan yang dihadapi umat Islam, maka sudah saatnya umat Islam mengubah pola pikir (mindset) dalam menyikapi kondisi bangsa akhir-akhir ini. “Meski belakangan ini umat Islam banyak menghadapi cobaan, namun dibutuhkan kebijaksanaan dan kearifian,” katanya.

Sebab, lanjutnya, tidak mudah hidup di negara berpenduduk beragam suku, adat, budaya, dan agama, menurut dia umat Islam Indonesia harus meneladani Nabi Muhammad SAW dalam menyikapi perbedaan.”Umat Islam tidak anti perbedaan,” sebutnya. (WSP/m49/I)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>