2017 Diawali Padam Total

      Tidak ada Komentar

* PLN: Suplai Gas Ke PLTGU Belawan Terhenti Mendadak

MEDAN ( Berita ) : Memasuki awal tahun 2017, wilayah Sumatera Utara hingga Aceh diwarnai dengan terjadinya pemadaman total. Pemadaman total tersebut terjadi beberapa jam pasca pergantian tahun, sekira pukul 02:44 WIB, Minggu (1/1).

Pemadaman dirasakan sangat mengganggu dan meresahkan kenyamanan masyarakat dengan terganggunya aktivitas mulai dari mandi, mencuci, memasak hingga menyetrika pakaian.

Bahkan banyak masyarakat yang mengumpat dan mencaci PLN atas pemadaman tersebut baik di perbincangan warga dengan tetangga hingga di sosial media, karena kecewa dengan PLN yang sudah sering melakukan pemadaman bergilir. Apalagi pemadaman tersebut terjadi cukup lama, mulai pukul 02.44 dinihari, hingga siang kemarin masih ada beberapa wilayah yang belum menyala listriknya.

Berdasarkan pantauan dan informasi yang Wartawan peroleh di lapangan kemarin, beberapa daerah di Medan seperti Medan Baru, Medan Selayang sudah tidak lagi mengalami pemadaman sejak pukul 09:00 WIB, kemudian di kawasan Medan Tembung dan sekitarnya, listrik menyala sekira pukul 10:00 WIB. Di kawasan Jalan Gatot Subroto listrik baru menyala sekira pukul 10:30 WIB. Sementara itu, di kawasan Delitua dan Marindal dan Medan Johor, listrik baru menyala sekira pukul 13:00 WIB. Namun sore harinya kembali padam. Listrik baru hidup lagi sekitar pk.19:00.

Sekretaris Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Sumut Padian Adi menyebutkan, pemadaman listrik yang terjadi secara mendadak di awal tahun 2017 tersebut sungguh meresahkan konsumen di Sumut dan Aceh.

“Di samping itu banyak dari konsumen yang mengumpat, di awal tahun saja PLN sudah mengecewakan konsumennya, maka bukan tidak mungkin sepanjang tahun 2017 ini pemadaman listrik akan tetap berlangsung,” sebutnya.

Padian Adi mendesak PLN meningkatkan sikap profesional yang bekerja untuk kepentingan konsumen dan memiliki kesensitifan sosial dengan penderitaan konsumen akibat pemadaman yang dilakukan.

Menurutnya, alasan klasik yang selalu disampaikan PLN bahwa ada gangguan distribusi dan/atau pembangkit sepertinya sudah menjadi alasan basi. Bak pepatah mengatakan “menepuk air terpercik muka sendiri” dengan alasan pembangkit yang rusak/bermasalah sesungguhnya PLN sedang mempertontonkan kinerja manajemen risiko PLN yang buruk.

“Artinya ketika manajemen antisipasi PLN yang baik terhadap kemungkinan gangguan kerusakan, maka bukan tidak mungkin blackout Sumut-Aceh tidak akan terjadi,” sebutnya.

Dia juga mengatakan, PLN Sumut tidak bisa hanya bergantung pada satu atau beberapa pembangkit saja, tetapi harus menyediakan pembangkit cadangan sebagai penyangga di zona tertentu.

“Ketika terjadi gangguan tidak menimbulkan blackout sepertinya yang terjadi beberapa kali. Tentu pembangunan pembangkit baru berkapasitas besar juga dibutuhkan untuk memenuhi cadangan ideal 1/2 dari beban puncak sebagai antisipasi jika terjadi gangguan distribusi listrik,” ujarnya.

Suplai Gas Terhenti

Sementara itu, Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN Wilayah Sumut Mustafrizal ketika dikonfirmasi mengatakan, memang sejak Minggu pagi (1/1) pukul 02.44 WIB hampir seluruh daerah di Sumatra Utara dan Aceh mengalami pemadaman listrik.

Dia menyebutkan, kendala suplai gas di PLTGU Belawan menjadi penyebab terjadinya gangguan pada sistem Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). Suplai gas tersebut terhenti secara mendadak dikarenakan salah satu panel Pertagas mengalami gangguan sehingga menghentikan suplai gas ke PLTGU.

“Pasokan gas yang terhenti secara mendadak telah menyebabkan kerja PLTGU terganggu dan menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan pasokan di sistem kelistrikan Sumbagut. Hal inilah yang membuat sistem kelistrikan (Sumbagut) black out (padam total) sejak pukul 02.44 WIB,” sebut Mustafrizal.

Menurutnya, sejak terjadinya black out, petugas PLN terus berupaya memulihkan keadaan. Proses penormalan cukup memakan waktu, namun hingga pagi kemarin pasokan listrik ke sebagian Sumut berangsur-angsur mulai kembali normal, setelah adanya bantuan listrik dari Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng).

“Bantuan listrik dari Sumbagteng tersebut mampu membantu memicu operasional PLTD Belawan, PLTG Paya Pasir dan PLTA Asahan, sehingga beberapa daerah sudah mulai pulih sekira pukul 06:30 yaitu Rantauparapat, Kisaran, Tebingtinggi, Tanjungmorawa, Bandara Kualanamu, dan beberapa di Medan,” jelasnya.

Padam Bergilir

Hingga sore kemarin sekira pukul 18:30 WIB, Mustafrizal menyebutkan, kondisi listrik di Sumut masih belum normal seluruhnya, sehingga pihaknya terpaksa melakukan pemadaman bergilir dengan durasi 2 sampai 3 jam.

“Kondisinya masih 60 persen kembali normal, karena masih ada beberapa unit pembangkit yang ikut terkena gangguan masih belum beroperasi seperti PLTU Pangkalansusu PLTU Naganraya. Jadi kita lakukan pemadaman bergilir 2 sampai 3 jam. Dan kita belum tahu kondisi ini sampai kapan, namun kami tetap berusaha untuk segera bisa normal kembali,” ujarnya.

Mustaf menyebutkan, pihaknya meminta maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan tersebut. “PLN meminta maaf kepada pelanggan PLN Sumatera Utara atas gangguan yang terjadi dan saat ini PLN terus berupaya menormalkan pasokan listrik ke Sumatera Utara,” ujar Mustafrizal.

Pertagas: Gangguan Teknis

Sementara itu, Manager Public Relationship (PR) PT Pertagas, Hatim ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya mengakui terjadinya gangguan teknis pada salah satu peralatan pressure control valve yaitu katup atau panel yang mengatur tekanan gas dalam sirkuit di Stasiun Metering Belawan, sehingga mengakibatkan suplai gas ke PLTGU Belawan menjadi terhenti.

“Jam 3 dinihari itu memang ada kendala gangguan teknis salah satu pressure control valve kami (Pertagas), di Stasiun Metering Belawan, sehingga suplai gas terhenti total ke tiga unit PLTGU Belawan,” ujarnya.

Menurutnya, saat itu juga, tim Pertagas langsung melakukan kroscek di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak PLN. Kemudian sekira pukul 6.30 dicoba menghidupkan kembali, namun tidak berhasil, sehingga memakan waktu untuk terus dilakukan perbaikan. Kemudian sekira pukul 7.30, PLN mensuite pembangkitnya dengan bahan bakar minyak, sehingga listrik di beberapa daerah di Medan sudah mulai hidup kembali.

“Namun sekira pukul 10:00, Pertagas sudah bisa kembali mensuplai gas secara bertahap ke pembangkit PLN di Belawan, dan tiga unit PLTGU Belawan sudah kembali beroperasi dengan menggunakan bahan bakar gas kembali,” jelasnya seraya menyebutkan, Pertagas mensuplai gas sebanyak 93 juta metrik kaki kubik per hari untuk tiga unit pembangkit PLTGU Belawan dengan kapasitas 350 MW. (WSP/m41/J)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>