Poldasu Buru Ius Pane Di Medan

      Tidak ada Komentar

MEDAN ( Berita ) : Kepolisian Daerah Sumatera Utara memantau keberadaan pelaku pembunuhan terhadap Dodi Triono, dan keluarganya yang kemungkinan bersembunyi di tempat kelahirannya di Kota Medan.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Rina Sari Ginting dikonfirmasi Wartawan, Jumat (30/12) malam mengatakan, Poldasu telah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk menangkap buronan pelaku perampokan di Pulomas, Jakarta Timur itu yang menyebabkan enam korban tewas.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, dan meneruskannya ke Polrestabes Medan serta Polres-Polres sejajaran untuk memantau keberadaan Ridwan Sitorus alias Ius Pane alias Marihot Sitorus di Medan serta wilayah lainnya di Sumut,” kata Rina Ginting.

Koordinasi dilakukan, karena Ius Pane, satu dari empat pelaku perampokan masih diburon yang kemungkinan bersembunyi di Sumut. “Mungkin saya dia kabur dan bersembunyi di sini (Sumut), sebab itu telah diperintahkan Polres sejajaran untuk memantau keberadaanya,” ujarnya.

Sementara, selebaran terkait pencarian DPO Ius Pane sudah disebar ke seluruh Polda di Indonesia, termasuk Polda Sumut. Ciri-cirinya, kulit cokelat sawo dengan memiliki bekas luka di bagian pipi itu, usia 45 tahun. Rambut hitam dan muka persegi.

Dalam selebaran DPO Ridwan Sitorus, Polda Metro Jaya menyertakan call mobile dengan nomor handphone 0822-9991-1996, dan bila masyarakat menemui dan menjumpai pria ini, langsung menghubungi nomor tersebut.

Sebelumnya kepolisian telah menangkap tiga dari empat pelaku, yaitu Ramlan Butar Butar, Erwin Situmorang dan Alfins Bernius Sinaga.Dalam penangkapan itu, Ramlan tewas kehabisan darah akibat luka tembak. Dia ditembak, karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap. Sedangkan Erwin ditembak di bagian kaki karena berusaha melarikan diri saat ditangkap. Sedangkan satu pelaku lagi, Alfins ditangkap saat berada di rumah temannya.

Sedangkan Ius Pane, disebut-sebut orang kedua yang punya andil besar dalam perampokan itu setelah Ramlan. Perampokan sadis itu terungkap setelah kepolisian menemukan 11 penghuni rumah dalam kondisi tersekap di kamar mandi berukuran kecil. Enam dari 11 korban meninggal dunia akibat kekurangan oksigen setelah lebih dari 15 jam disekap.

Enam korban tewas, Dody Triono, 59, dan anaknya Diona Arika Andra, 16 serta Dianita Gemma, 9. Kemudian Amel, merupakan teman anak korban, Yanto sopir dan Tarsok yang juga sopir. Sedangkan lima lainnya yang masih hidup, Zaneeta Kalila, Emi asisten rumah tangga, Santi asisten rumah tangga, Fitriani asisten rumah tangga dan Windy juga seorang asisten rumah tangga.(WSP/m27)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>