Pernyataan Anggota DPR RI Ciderai Kerukunan Beragama

      Tidak ada Komentar

MEDAN ( Berita ) : Desakan yang dilakukan anggota DPR RI dari Fraksi PKB Maman Imanul Haq, kepada Kapolri untuk mencopot Kapolda Sumut, dinilai sangat menciderai kerukunan umat beragama di Sumut.

Anggota dewan dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Barat itu diminta jangan memberi komentar jikat tidak paham tentang Sumut.Jumat (30/12), Wartawan berbicara dengan para tokoh. Mereka adalah Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sumut Habib Hud Alattas, Pengurus Masyarakat Tionghoa Medan Awin Hartanto, Ketua Paguyuban Arab di Sumut Abdul Azis Assegaf dan Ketua Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumut Septian Fujiansyah Chaniago.

Mereka mengomentari tentang adanya desakan dari salah seorang anggota DPR Dari Fraksi PKB yang mendesak agar Kapolri mencopot Kapolda Sumut, karena menghadiri acara Tabligh Akbar yang berlangsung di Masjid Agung, Medan, Rabu (28/12), dengan menghadirkan Habib Rizieq Shihab. Ketua FPI Sumut Habib Hud Alattas, mengatakan kehadiran Kapolda Sumut dalam acara Tabligh Akbar kemarin adalah dalam rangka menjalankan tugasnya sebagai Kapolda.

Menurutnya, kehadiran beliau jangan diartikan sebagai keberpihakan Kapolda terhadap gerakan-gerakan Habib Rizieq.“Kita jangan mempolitisir sikap Kapolda tersebut. Sebab jika desakan-desakan tersebut terus dikembangkan, tentu ini akan merugikan umat Islam.

Sebab jika Kapolda Sumut dicopot hanya karena Tabligh Akbar, maka stigma Tabligh Akbar kemarin akan berubah menjadi tidak baik. Jika kegiatan keagamaan kemudian kita nilai menjadi satu hal yang tidak baik, maka prasangka-prasangka ini yang kemudian akan menimbulkan konflik beragama” kata Hud Alattas.

Karena itu, Habib Hud, meminta agar Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) memanggil Maman Imanul Haq, untuk diperiksa. Karena telah mengeluarkan pernyataan yang sangat merugikan masyarakat dan memancing kerusuhan di Sumut.

Sumut Jadi Contoh Kerukunan

Sementara itu, Pengurus Masyarakat Tionghoa Medan Awin Hartanto, menilai bahwa kerukunan beragama di Sumut harus menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Menurutnya, selama ini Sumut tergolong menjadi daerah yang sangat aman dan jarang terjadi konflik antar agama.

Andaipun ada terjadi, masalah tersebut dapat terselesaikan dengan baik dalam waktu yang singkat dan tidak berkepanjangan. Menurutnya, apa yang dilakukan Kapolda, merupakan sikap yang sangat baik. Itu tandanya Kapolda Sumut memiliki sikap yang sigap dan tegas.

Sebab kesungguhannya bekerja dapat dilihat dari kegiatan Tabligh Akbar kemarin.Awin Hartanto, berharap agar jangan ada lagi orang ataupun kelompok-kelompok tertentu yang dengan sengaja membuat kegaduhan untuk menimbulkan konflik beragama. “Kami orang Tionghoa berterimakasih kepada etnis etnis lainnya yang saat ini telah bersama-sama menjaga kerukunan antar umat beragama,” katanya.

Hal yang sama juga dikatakan Ketua Paguyuban Arab di Sumut Abdul Azis Assegaf. Menurtnya kegiatan Tabligh Akbar kemarin janganlah terlalu dikait-kaitkan ke masalah politik, sehingga orang-orang yang hadir dalam acara tersebut kemudian dinilai bersalah dan tidak baik.

Dia mengatakan, Tabligh Akbar adalah kegiatan yang positif. Dan sebagai umat Islam kita harus ikut serta di dalamnya. “Kehadiran Kapolda Sumut dalam acara Tabligh Akbar kemarin merupakan upaya beliau untuk menjadi seorang muslim yang taat terhadap ajaranya. Dan sebagai seorang Kepala Kepolisian di Sumut, maka tugas beliau jugalah menyambut tamu yang hendak datang ke Sumut. Kan etikanya begitu,” katanya.

Berhasil

Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sumut Septian Fujiansyah Chaniago, menilai Kapolda Sumut Irjen Rycko Amelza Dahniel, berhasil dalam menjalankan kinerjanya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut dapat diukur dari peran kepolisian yang selama ini mengawal Aksi Bela Islam yang telah beberapa kali terjadi di Sumut. Ada beberapa pihak yang menuding bahwa Tabligh Akbar tersebut akan memunculkan kegaduhan dan kerusuhan. “Buktinya hingga Habib Rizieq Shihab datang ke Sumut, lalu menyampaikan tausiyah dan sampai dengan selesai, keadaan di Sumut sangat kondusif,” katanya.

Menurut Septian, Ditengah hiruk pikuknya situasi saat ini, peran Kapolda Sumut justru mampu menyejukkan dan memberi rasa aman bag imasyarakat Sumut. Sebab sejauh ini kita melihat tidak ada hal yang keliru yang dilakukan oleh Kapolda Sumut.

Artinya keberhasilan tersebut harus dilihat dari kinerjanya secara objektif dalam perspektif tugas pokok dan fungsi kepolisian, yang salah satunya adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Vide Pasal 13 UU No 2 Tahun 2002).

“Baiknya kita mendukung dan member penghargaan kepada aparat kepolisian yang telah menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakatnya. Bukan justru melihat kinerjanya dengan pendekatan politik,” katanya. (WSP/crds/C)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>