Demi Masa

      Tidak ada Komentar

Demi masa. Sesungguhnya manusia dalam kedaan merugi. Kecuali orang-orang beriman dan orang-orang yang mengerjakan amal shaleh. Dan orang-orang yang saling nasihat menasihati demi kebenaran dan saling nasihat-menasihati demi kesabaran.(QS. Al-Ashr:1-3).

ALLAH SWT bersumpah dengan waktu. Ini menunjukkan waktu itu penting yang wajib dimanfaatkan oleh manusia. Bila manusia membuang-buang waktu, berarti manusia tersebut berada dalam kerugian.

Rugi di dunia dan rugi di akhirat. Mata hari sebagai penanda waktu tidak pernah mau menunggu orang-orang yang tidur, orang-orang yang malas. Ia tidak mau menunggu sedikitpun, ia tetap berjalan atas garis edar yang telah diperintahkan Allah SWT.

Masa itu ibarat pedang, bila kita tidak memotongnya, waktu itu akan memotong-motong waktu kita. Waktu itu adalah uang (rezeki). Orang yang membuang-buang kesempatan akan ketinggalan dalam berbagai bidang.

Coba bayangkan seorang lelaki yang menghabiskan waktu berjam-jam di warung kopi, nonton televise atau main dadu, tentu penghasilannya sangat jauh berbeda dengan orang-orang yang bekerja mencari nafkah.

Tetapi ada empat golongan yang sangat pandai memanfaatkan waktu. Mereka dikatagorikan dalam kelompok orang-orang yang beruntung. Pertama adalah orang-orang yang beriman. Percaya kepada Allah, kitab-kitabnya, para malaikat, para rasiul, hari kiamat, untuk baik dan jahat. Mereka sedikitpun tidak ragu-ragu dengan keimanannya. Mereka selamat di dunia dan di akhirat.

Mereka tidak pernah menghabiskan waktu pada hal-hal yang tidak bermanfaat. Waktu bagi orang beriman adalah uang, waktu juga berarti kesuksesan. Hari-hari mereka mengisi waktu dengan hal-hal yang positif seperti ibadah dan muamalah yang halal.

Selain beriman, mereka gemar beramal shaleh, membantu fakir miskin, anak yatim, muallaf, orang yang berutang, musafir dan lain-lain. Dalam beramal shaleh, mereka tidak sedikitpun adanya riya dan takabbur.

Selanjutnya mereka yang tidak rugi adalah yang saling nasuihat-menasihati demi kebenaran. Misalnya dia menjadi da’i yang selalu mengajak umat agar selalu bertakwa. Tidak bosan-bosannya mereka mengajak untuk berbuat kebaikan dan menjauhkan kemungkaran. Dalam kelompok ini termasuk da’I, guru, orang tua, dean tokoh-tokoh masyarakat. Mereka tidak pernah diam melihat kemungkaran.
Dan yang keempat adalah mereka juga saling nasihat menasihati demi kesabaran. Tidak ter gesa-gesa dalam segala hal. Ada musibah mereka mengajak supaya banyak bersabar.

Sebab di balik kesabaran itu Allah SWT ingin memberikan nikmat yang lebih baik kepada yang mau bersabar. Sabar bukan saja dalam bentuk menahan cobaan, sabar juga berusaha untuk melawan cobaan. Melaksanakan perintah-perintah Allah dengan sungguh-sungguh, dan menolak godaan hawa nafsu juga termasuk bagian sabar. ***** ( Tgk. H. Ameer Hamzah )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>