Gerakan Subuh Berjamaah

      Tidak ada Komentar

Dirikanlah shalat dari sesudah Matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh Malaikat) (QS. Isra’ ayat 78).

Aksi umat Islam beberapa waktu lalu telah membangkitkan semangat beragama yang selama ini mengendur menyadarkan umat Islam dari kealpaan dan kelalaian yang membuatnya melupakan ajaran agamanya sendiri.

Sebagai seorang Muslim, setiap peristiwa atau fenomena harus dipandang dengan keimanan, dimana berbagai hal tersebut terjadi atas kehendak Allah SWT. Persatuan umat Islam pada aksi beberapa waktu lalu itu harus dirawat, karena tidak ada yang konstan tanpa penjagaan. Berkesinambungan dalam tindakan adalah upaya menjaga sebuah gerakan. Kalau iman saja bisa naik dan turun, apalagi semangat Aksi Bela Islam.

Salah satu amal yang belakangan ini kembali diperhatikan umat Islam adalah shalat subuh berjamaah. Shalat subuh adalah salah satu shalat fardhu dari shalat lima waktu yang dilakukan pada saat fajar sampai menjelang matahari terbit.

Allah SWT berfirman dalam QS. Isra’ ayat 78: Dirikanlah shalat dari sesudah Matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh Malaikat).

Subuh adalah waktu dimulainya kegiatan harian. Jika subuh telah ke masjid, produktivitas umat bakal bertambah. Daya juang serta daya saingnya bakal bagus. Oleh karena itu wajar jika dikatakan bahwa salah satu revolusi mental yang sebenarnya adalah dengan aksi shalat Subuh berjamaah di masjid.

Shalat Subuh berjamaah adalah amal yang sangat besar keutamaannya namun kurang mendapat perhatian dari umat Islam, kecuali di bulan Ramadhan. Fenomena ini perlu dijadikan bahan koreksi internal umat Islam karena banyak dalil himbauan melaksanakan shalat Subuh berjamaah, bahkan pada masa Rasul jika ada orang tidak ikut shalat Subuh berjamaah dijadikan indikator kemunafikan.

Ibn Mas’ud berkata: Kami dahulu memandang orang yang tidak ikut shalat Subuh berjamaah sebagai orang Munafik dan telah jelas kemunafikannya. Begitu juga Ibn Umar berkata: Dahulu kami bila ada yang tidak datang shalat Subuh dan Isya berjamaah kami berprasangka buruk kepadanya.

Di antara dalil keutamaan shalat Subuh adalah sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yang shalat Subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim).

Shalat Subuh disaksikan para Malaikat dan mengundang pertolongan Allah SWT. Nabi SAW bersabda: Dan para Malaikat malam dan Malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (Subuh).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dikisahkan, pasca meletusnya perang Mesir-Israel tahun 1973, seorang tentara Mesir mengajak berbicara tentara Yahudi yang paham bahasa Arab. Tentara Mesir berkata: “Demi Allah, kami akan memerangi dan mengalahkan kalian sampai ada di antara kalian yang bersembunyi di balik pohon dan batu, kemudian pohon dan batu itu mengatakan “Hai hamba Allah, hai Muslim, ini ada Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia.” Tentara Yahudi menjawab: “Semua itu tidak akan terjadi sebelum shalat Subuh kalian sama banyak jamaahnya dengan shalat Jumat. Kisah ini disinggung Raghib As-Sirjani dalam buku Misteri Shalat Subuh.

Tanpa disadari, adanya aksi-aksi masif umat Islam belakangan ini sebenarnya adalah proses revolusi mental yang sedang terjadi di tubuh umat yang datang hati umat Islam. Keadilan dan kesejahteraan hanya akan dapat dicapai bila mentalitas sumber daya manusia bangsa beriman dan bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, yang mengikuti petunjuk atau pedoman hidup manusia Dunia dan Akhirat, yaitu Alquran dan Sunnah.

Keutamaan Subuh Berjamaah

Pertama, mendapatkan berkah dari Allah. Rasulullah mendoakan: Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu paginya.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibn Majah).

Kedua, mendapatkan cahaya sempurna pada hari kiamat.

Kondisi pada waktu subuh umumnya masih gelap, walau dengan penerangan listrik yang ada. Namun, dengan kondisi seperti itulah justru mendapat ganjaran besar dari Allah SWT bagi manusia yang menuju masjid melaksanakan shalat dengan cahaya yang sempurna di hari Kiamat.

Nabi SAW bersabda: Sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang berjalan pada saat gelap menuju masjid, dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Ketiga, mendapatkan ganjaran shalat malam sepenuh waktunya. Bisakah kita melakukan shalat malam atau tahajjud sepenuh malam? Tentu sangat sulit, apalagi dengan ragam aktivitas siang hari.

Namun pahala melakukan shalat malam sepenuh waktu malam ternyata bisa didapatkan dengan melakukan shalat Subuh berjamaah. Rasul bersabda: Barangsiapa yang melakukan shalat Isya berjamaah, maka dia sama seperti seorang yang melakukan shalat setengah malam. Barangsiapa yang melakukan shalat Subuh berjamaah, maka dia sama seperti seorang yang melakukan shalat malam sepanjang waktu malam itu (HR. Muslim).

Keempat, berada dalam jaminan Allah. Karena itu, siapa yang berada dalam perlindungan Allah SWT tidak boleh disakiti. Orang yang berani mencelakakannya terancam azab yang pedih, sebab dia telah melanggar perllindungan yang Allah SWT berikan.

Rasul bersabda: Barangsiapa yang melaksanakan shalat Subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Maka jangan sampai Allah menuntut kalian sesuatu apapun pada jaminan-Nya. Karena barangsiapa yang Dia tuntut pada jaminan-Nya pasti Dia akan mendapatkannya. Kemudiaan dia akan ditelungkupkan pada wajahnya di dalam Neraka (HR. Muslim).

Kelima, dibebaskan dari sifat orang Munafik. Shalat Subuh berjamaah adalah salah satu upaya yang bisa ditempuh agar bisa terhindar penyakit kemunafikan.

Keenam, berpeluang mendapatkan pahala haji atau umrah bila berzikir hingga terbitnya Matahari. Bisa dibayangkan betapa besar ganjaran pahala bila memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya. Rasul SAW bersabda:

Barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah kemudian dia duduk berzikir kepada Allah hingga Matahari terbit, lantas shalat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna (HR. Tirmidzi).

Ketujuh, kesempatan melaksanakan shalat sunah Subuh. Shalat sunah Subuh dua rakaat mempunyai kelebihan seperti disebutkan Hadis. Rasul SAW: Dua rakaat (shalat sunah) Subuh lebih baik daripada dunia dan segala isinya (HR. Muslim).

Kedelapan, keselamatan siksa Neraka. Rasul SAW bersabda: Tidak akan masuk Neraka seorang yang shalat sebelum terbitnya Matahari (Subuh) dan terbenam matahari (Ashar) (HR. Muslim).

Kesembilan, keberuntungan melihat Allah pada hari kiamat nanti. Diriwayatkan dari Jarir bin Abdillah ra. berkata: Kami pernah duduk bersama Rasulullah SAW. Kemudian Beliau melihat ke Bulan di malam purnama itu. Rasulullah SAW bersabda: Ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian akan melihat kepada Tuhan kalian sebagaimana kalian melihat kepada Bulan ini. Kalian tidak terhalangi melihatnya.

Bila kalian mampu untuk tidak meninggalkan shalat sebelum terbitnya Matahari dan sebelum terbenamnya, maka lakukanlah! (HR. Bukhari dan Muslim). ***** ( H. Muhammad Nasir, Lc. MA : Penulis Pimpinan Pondok Pesantren Tahfiz Alquran Al Mukhlisin Batubara dan Wakil Sekretaris Dewan Fatwa Pengurus Besar Al Washliyah. )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>