Bahaya Tasyabbuh

      Tidak ada Komentar

Tasyaabuh adalah menyerupai diri dengan tingkah laku orang-orang kafir, baik dalam masalah pakaian, akhlak dan ritual. Gejala ini telah menimpa umat Islam kelas bawah maupun kelas atas.
Mereka terpengaruh dengan kebiasaan-kebiasaan orang non-Islam sehingga majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat harus mengeluarkan fatwa, bahwa tasyabbuh memang haram.
Hal-hal yang memungkinkan mereka jatuh dalam tasyabbuh adalah ketika mereka menyambut natal dan tahun baru Masehi. Mereka turut mengucapkan selamat natal kepada teman – teman mereka yang beragama Nasrani, turut makan dan minum bersama mereka, padahal mereka menyediakan makanan – makanan yang haram seperti daging babi, minuman keras dan sejenisnya. Kadang-kadang mereka juga turut mengaminkan doa yang dibacakan oleh mereka yang bukan muslim.

MUI di zaman ketua umumnya Prof. Dr. Hamka telah memfatwakan haram natal bersama. Sekarang MUI di bawah ketua umumnya DR. H. Ma’ruf Amin kembali mengeluarkan fatwa, bahwa menggunakan atribut-atribut agama lain haram hukumnya.

Fatwa ini tentu untuk menyelamatkan aqidah umat Islam awam yang tidak tahu bahwa meniru-niru orang lain, termasuk dosa besar. Dalam hadis Nabi bersabda: Barang siapa meniru-niru suatu kaum, maka mereka termasuk bagian dari kaum itu (HR: Abu Daud).

Memang banyak kekeliruan yang dilakukan oleh orang modern sekarang ini. Misalnya cara mengucapkan salam. Ada enam agama di negara ini, salamnya enam-enam agama sekaligus sehingga sangat panjang.

Ini sering dilakukan oleh petinggi negeri, padahal haram hukumnya mengucapkan semua salam karena salam itu bagian dari syariat yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Salam Islam cuma satu yakni “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”. Nabi tidak pernah mengajarkan salam sangat panjang. Presiden Soekarno dan Soeharto pun tidak pernah melakukannya. Bid’ah salam datang setelah itu.

Berkumpul beramai-ramai menunggu masuk tahun baru tengah malam juga tasyabbuh yang diharamkan Islam. Begitu juga menyambut tahun baru dengan membakar kembang api di udara, berdansa dan menyanyi semalam suntuk, menyembunyikan petasan, semua tasyabbuh dengan agama lain, sebab Islam tidak pernah mengajarkan seperti itu.

Tasyabbuh bukan hanya terdapat dalam perayaan natal dan tahun baru. Tasyabbuh juga sering kita lihat orang-orang Islam membuat tatto di badannya, memakai anting-anting, memanjangkan rambut seperti Jesus Kristus, meniru-niru pakaian orang kafir menampakkan aurat.

Perempuan yang memotong rambut seperti lelaki, dan masih banyak lagi. Semuanya akibat kemajuan budaya mereka yang dipancarkan televisi. Orang-orang awam sangat cepat terpengaruh tanpa mampu membedakan mana yang boleh dan mana yang haram. ***** ( Tgk. H. Ameer Hamzah )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>