Membangun Sejuta Asa Untuk Aceh

      Tidak ada Komentar

Ya Allah! Kami mengaku bahwa Engkau tidak akan memberi beban di luar kemampuan kami

Ya Allah ! Engkau sudah jelaskan di dalam Alquran bahwa setiap musibah yang akan menimpa kami sudah ada di dalam catatan-Mu. Berarti kejadian ini bukan karena murka-Mu dan sekiranya di daerah Pidie Jaya tidak ada manusia maka pada hari tersebut gempa tetap saja terjadi.

Ya Allah! Engkau telah sebutkan di dalam Alquran bahwa ketika musibah terjadi hanya Engkaulah satu-satunya tempat berlindung. Jika cara kami berlindung selama ini tidak sesuai dengan aturan-Mu maka maafkanlah karena bukan sengaja tapi lantaran kami tidak tahu.

Ya Allah! Engkau ajarkan kepada kami agar bertawakkal hanya kepada-Mu dalam menghadapi setiap musibah. Karena itu, masukkanlah kami ke dalam kelompok orang-orang yang beriman karena hanya kelompok inilah yang mampu melakukan tawakkal kepada-Mu.

Ya Allah! Engkau juga mengajarkan kepada kami untuk tidak boleh putusasa terhadap rahmat-Mu. Murka-Mu terlalu kecil bila dibanding dengan keluasan rahmat-Mu yang melebihi Langit dan Bumi. Izinkan ya Allah jika sekarang kami lebih banyak bicara tentang rahmat dari pada murka-Mu.

Ya Allah! Kami diajarkan oleh Nabi bahwa sangka-Mu berdasarkan sangka kami. Ajaran ini sangat kami pahami tapi kadang-kadang kami termakan oleh isu setan. Jika hal ini terlanjur kami lakukan maka janganlah Engkau catat sebagai sebuah dosa dan kesalahan.

Ya Allah! Jika sekiranya satu persatu kami ditanya tentang musibah ini maka dipastikan tidak ada seorangpun di antara masyarakat Aceh yang menginginkannya. Kami hanya punya rencana dan Engkau juga punya rencana tetapi hanya rencana Engkaulah yang berlaku.

Ya Allah! Kami ini adalah budak yang harus menerima segala keputusan-Mu. Kami tidak akan melakukan protes atas keputusan ini karena kami yakin bahwa Engkau adalah majikan yang paling baik. Oleh karena itu, harapan kami adalah agar Engkau sudi senantiasa menjadi majikan kami.

Ya Allah! Kami memahami bahwa posisi kami berada pada tataran menerima kebijakan bukan pada tataran membuat kebijakan. Meskipun sudah berulang kali Engkau berikan cobaan tapi kami tetap saja bermohon agar Engkau senantiasa bersedia menerima cinta kami.

Ya Allah! Luka lama kami belum begitu sembuh tetapi Engkau torehkan kembali luka baru di dalam kehidupan kami. Meskipun demikian kami tetap berkeyakinan bahwa ada tujuan baik di balik semua rencana-Mu ini. Terimalah sangka baik ini karena kami sangat membutuhkan-Mu.

Ya Allah! Dulu Aceh bersimbah darah karena konflik, lalu bersimbah lumpur karena tsunami, kemudian bersimbah air karena banjir dan sekarang bersimbah lumpur karena gempa. Meskipun demikian, izinkan kami ya Allah memiliki sikap tidak bergeser seincipun untuk mengimani-Mu.

Ya Allah! Aceh kembali meraung karena banyaknya anak yatim, Aceh berteriak karena banyak yang menjadi janda, Aceh terus merintih karena banyak yang jatuh miskin. Raungan, teriakan dan rintihan bukan karena kesal kehilangan mereka tapi yang paling kami takutkan adalah kehilangan-Mu.

Ya Allah! Kini anak-anak kami telah jauh menuju surga-Mu, keluarga kami telah porak poranda hilang entah kemana dan rezeki yang kami kumpulkan selama inipun telah menjadi tanah. Nampaknya tidak ada yang kami kesalkan dalam hal ini asalkan Engkau izinkan kami untuk memiliki-Mu.

Ya Allah! Mereka yang selama ini berada dalam pelukan kami tiba-tiba lepas dalam waktu yang sangat relatif singkat. Tak sanggup kami bayangkan ketika tubuh-tubuh mereka rekah bermandi darah. Kami juga sudah faham tak mungkin mendekati mereka tapi izinkanlah kami untuk Mendekati-Mu.

Ya Allah! Tak pernah lagi kelurga kami hadir secara utuh di dalam kehidupan ini. Hanya bayangan semu yang terus-menerus merasuk ke dalam jiwa kami. Inipun sudah siap kami terima dengan lapang dada asalkan Engkau mengizinkan kami untuk merasakan kehadiran-Mu.

Ya Allah! Kami sayang kepada anak-anak kami, kami sayang kepada keluarga kami dan kami juga sayang kepada harta-harta kami. Kami tidak merasa keberatan ketika rasa sayang ini Engkau renggut dari relung-relung hati kami asalkan Engkau rela menerima kami untuk menyayangi-Mu.

Ya Allah! Mereka sekarang telah jauh meninggalkan kami dan hidup dalam keadaan tenang. Sekiranya Engkau tawarkan agar mereka kembali bersama kami tetapi dengan syarat bahwa Engkau harus menjauh maka kami akan memilih biarlah mereka yang jauh asalkan Engkau tetap bersama kami.

Ya Allah! Kami sekarang tinggal sebatang kara karena keluarga kami telah Engkau ambil. Engkau biarkan Mereka untuk meninggalkan kami selama-lamanya. Kami terima keputusan-Mu ini ya Allah, asalkan Engkau izinkan kami dan mereka untuk menjadi bagian keluarga-Mu.

Ya Allah! Ketika gempa tersebut datang secara tiba-tiba disanalah baru kami menyadari bahwa tidak ada tempat berlindung yang terbaik kecuali pada diri-Mu. Oleh karena itu, kami tetap menginginkan agar Engkau senantiasa bersedia untuk menjadi pelindung kami.

Ya Allah! Silakan cabut apa yang sudah Engkau berikan selama ini kepada kami karena ini semua memang milik-Mu. Tapi izinkan kami bermohon ya Allah agar Engkau tidak mencabut hati kami karena inilah satu-satunya alat bagi kami untuk senantiasa berzikir kepada-Mu.

Ya Allah! Kami menyadari bahwa musibah yang Engkau turunkan tidaklah sebesar musibah Nabi Nuh dan tidak pula sesakit musibah Nabi Ayyub. Walaupun demikian, tetap saja ada perasaan “sakit” sebab kami tidak sebanding dengan Nabi Nuh dan Nabi Ayyub dan karena itu jangan tinggalkan kami.

Ya Allah! Jika ini adalah ujian maka beritahukanlah nilainya kepada kami dan kami siap menerima apapun nilai yang Engkau berikan karena Engkaulah yang Maha Tahu. Jika nilainya buruk maka kami sudah siap untuk mengulang dan jika nilainya baik maka kami juga sudah siap untuk bersyukur.

Ya Allah! Jika kejadian ini adalah merupakan teguran dari-Mu maka sudah pasti kami siap menerimanya. Kami berprinsip selama Engkau masih mau memberikan teguran berarti Engkau masih sayang kepada kami. Adapun yang kami takutkan ya Allah adalah bahwa Engkau tidak mau menegur kami.

Ya Allah! Sekiranya kejadian ini sebagai bentuk kasih sayang-Mu kepada kami maka laksanakanlah. Jika kejadian ini untuk membuat kami hidup lebih baik maka perbuatlah. Jika kejadian ini sebagai pelajaran buat kami silakanlah. Jika musibah ini sebagai penebus kesalahan kami maka lakukanlah.

Ya Allah! Kami mengaku bahwa Engkau tidak akan memberi beban di luar kemampuan kami. Statement inilah yang membuat kami ingin bangkit dari keterpurukan ini. Kami tidak ingin berlarut-larut di dalam kesedihan ini asalkan Engkau bersedia menunjukkan jalan kepada kami.

Ya Allah! janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Jangan pula Engkau pikulkan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Jangan pula Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami dan jangan tinggalkan kami. ***** ( Achyar Zein : Ketua Program Studi Ilmu Hadis Pascasarjana UIN SU )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>