Konflik Indonesia-Malaysia Perlu Dipandang Positif

      Tidak ada Komentar

Padang ( Berita ) : Tokoh budaya dan pemerintahan Malaysia, Tan Sri Rais Yatim mengatakan bahwa konflik yang terjadi antara negaranya dengan Indonesia perlu dipandang secara positif berdasarkan kesamaan budaya.

“Di Malaysia banyak warga yang berbudaya Jawa, Dayak, Minang, Bugis atau Batak, kemungkinan konflik sesama bakal terjadi karena perbedaan negara namun ini perlu diimbangi,” kata Rais Yatim usai mendapat penghargaan Doktor Honoris Causa dari Universitas Andalas, di Padang, Rabu [26/10].

Menurutnya konflik yang terjadi seperti mengejar hak paten makanan dan budaya terjadi akibat adanya kesamaan kebudayaan yang ada di Indonesia dan Malaysia. Sebab katanya, dahulunya Malaysia dan Indonesia satu kesatuan yakni Nusantara sehingga wajar banyak warga yang kini asal Indonesia juga hidup di Malaysia.

Selain memegang kesukuannya tentu masyarakat tersebut juga memegang teguh adat dan budayanya. “Mungkin saja inilah awal konflik karena berbeda wilayah teritorial,” tambahnya.

Dari perbedaan inilah kata dia, yang dimanfaatkan oknum tertentu untuk memecah belah kedua negara. Seharusnya masyarakat di kedua negara melihat hal positif dari hubungan keduanya. “Diyakini masih lebih besar masyarakat Malaysia yang ingin hidup harmonis dengan negara tetangga,” ujarnya.

Dia mengungkapkan salah satu cara untuk mewujudkan keharmonisan tersebut yakni lewat budaya seperti pertukaran kesenian atau lewat pendidikan. Menurutnya kerja sama yang dilakukan instansi di Indonesia dan Malaysia dapat menjadi penginisiasi terjalinnya hubungan yang harmonis tersebut. “Indonesia dan Malaysia sama sama Melayu dan bersaudara,” katanya. (ant )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>