Siswa Baca Minimal 12 Buku Perbulan

      1 Komentar

 

usaidNur Kana’ah Kepala Dinas Pendidikan Sidrap (Tengah) Menyampaikan Implementasi Kebijakannya Dalam Mendukung Program Budaya Baca Di Sidrap. (Beritasore/Sit)

Jakarta ( Berita ) : Kepala SDN 1 Allakuang, salah satu sekolah mitra USAID PRIORITAS di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, Muhammad Basri, memaparkan pengalamannya menumbuhkan minat baca siswanya.

Diaberhasil membuat para siswa membaca rata-rata 12 buku bacaan dalam sebulan.“Kami membuat kegiatan membaca selama 15 menit setiap hari.

Siswa boleh memilih buku yang disukainya di sudut bacakelas. Bila dalam 15 menit buku tersebut belum selesai dibaca, mereka boleh membawanya kerumah,” papar Basri pada acara Kopi Darat Pendidikan tentang ‘menumbuhkan budaya baca dan meningkatkan manajemen perpustakaan’ yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud dengan dukungan ACDP (Analytical and Capacity Development Partnership), di Jakarta (12/10).

Pada setiap Sabtu, sekolahnya juga membuat kegiatan khusus membaca selama 1 jam pelajaran. Kegiatannya diisi dengan member kesempatan kepada siswa untuk menulis dan menceritakan hasil bacaannya.

Mereka menceritakan secara bergantian di panggung prestasi yang dibangun oleh sekolah. Padakegiatan tersebut, sekolah memberikan sertifikat kepada siswa yang dapat menceritakan dengan baik buku yang dibacanya.

Pada akhir semester, sekolah juga menyiapkan piala untuk siswa yang menjadi pembaca buku terbanyak .“Pada semester lalu, Aisyah siswa kelas V yang memenangkan lomba. Aisyah membaca 130 buku dalam 6 bulan,” kata Basri.

Menyediakan dan memperbarui buku-buku bacaan, menurut Basri adalah bagian terpenting untuk menumbuhkan minatmem bacasiswa.

Dia membuat beberapa cara untuk menyediakan buku-buku bacaan yang menarik untuk siswanya, yaitu membeli buku dengan menggunakan dana BOS, menghubungi alumni untuk menyumbang buku bacaan, memanfaatkan dana alokasi umum (DAK) dari APBD, mendatangkan perpustakaan keliling dua kali dalam sebulan, setiap minggu koleksi buku acaan di sudut baca kelas saling bertukar, dan membuat kerjasama dengan sekolah terdekat untuk saling tukar buku. ”Dengan buku-buku yang selalu diperbarui, ketertarikan siswa untuk membaca menjadi meningkat,” katanya lagi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidrap Nur Kana’ah SH MSi, yang juga menjadi salah seorang narasumber menyebut banyak sekolah di Sidrap telah berhasil mendorong minat membaca siswa. Menurutnya Pemerintah Kabupaten Sidrap sudah melaksanakan gerakan literasis ekolah (GLS) sejak Oktober 2015.

Tim GLS juga sudah dibentuk di tingkat kabupatendan kecamatan.“Sekolah-sekolah di Sidraptelah mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari USAID PRIORITAS.Hal ini yang membuat program budaya membaca dapat berjalan baik,” tukasnya.

Program budaya baca ini juga mendapa tdukungan dari berbagai pihak, di antaranya Dandim 1420 yang membantu melalui program motor baca sebanyak 7 unit. Motor baca tersebut membantu menyediakan buku-buku bacaan yang menarik di sekolah-sekolah yang ada di pelosokdan tidak terjangkau mobil perpustakaan keliling.

Keberhasilan program budaya baca di Sidrap, mendapata presiasidari Dr Supriano, Direktur Pembinaan SMP Kemendikbud.”Saya member apresiasi pada keberhasilan program membaca di Sidrap.

Program 15 menit membaca telah meningkatkan minat membaca siswa di sekolah dasar karena membaca pondasi kuatnya harus ada di sekolahdasar,” katanya di sela-sela acara.

Sementara Hanna Chaterina George, ketua umuma sosiasi pekerja informasi sekolah Indonesia (APISI), menyoroti pentingnya pemberdayaan pustakawan sekolah. Menurutnya, perpustakaan sekolah tidak akan bisa maju kalau pustakawan tidak memiliki keterampilan.”Kita harus kreatif membuat anak menjadi senang membaca.

Perpustakaan adalah jantungnya sekolah.Karena itu pustakawan harusmemiliki program yang membuatanak bisa enjoy membaca,” tukasnya.

Sulasmo Sudharno, pendiri l jakarta, perpustakaan digital pertama berbasis media sosial, menunjukkan pentingnya pemanfaatan perpustakaan digital yang sekarang bisa lebih mudah di akses. Bahkan sekolah bisa membuat perpustakaannya sendiri di l jakarta.

”l jakarta merupakan perpustakaan terbuka. Pengunjung bisa meminjam secara gratis, membaca, menulis, publikasi, dan membuat epustaka sendiri. Semua bisa terlibat dalam I jakarta.Kalau siswa menulis kemudian dikumpulkan dan dijadikan sebuah buku, lalu di upload menjadi sebuah perpustakaan sekolah di I jakarta, itumenarik sekali.

Kita pernah punya pengalaman dengansebuah sekolah di Anyer. Mereka mau perpisahan buatc erita lalu di upload, ternyata ribuan yang membaca. Hal itu bisa dilakukan dengan digital karena murah, tidak perlu biaya cetak dan distribusi. Tinggal di upload banyak yang akan membacanya,” kara Sulasmo. (rel)

One thought on “Siswa Baca Minimal 12 Buku Perbulan

  1. Brianna Kyla

    Transaksi Cepat, Aman & Terpercaya.

    Tersedia 6 Games in 1 web :
    Poker, Domino, Bandar Ceme, Capsa, Ceme Keliling, dan Live Poker

    Minimal Deposit Rp.10.000,- & Wihtdraw Rp.20.000,-

    – Bonus New Member 10%
    – Bonus Freechip
    – Bonus Turn Over Mingguan
    – Bonus Refferal 10%

    BBM : 7AC8D76B

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>