Budi Gunawan Layak Jadi Kepala BIN

      Tidak ada Komentar

Surabaya ( Berita ) : Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menilai Komjen Pol Budi Gunawan layak menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) untuk menggantikan Sutiyoso.
“Saya sudah mendengar surat (penetapan Budi Gunawan sebagai Kepala BIN) dari Istana sudah dikirim ke DPR,” katanya setelah melakukan rapat koordinasi dengan Kapolres se-Jatim di Gedung Rupatama, Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat [02/09].
Ia menjelaskan Polri mendukung usulan Presiden Joko Widodo tentang Kepala BIN itu, karena Komjen Pol Budi Gunawan yang kini Wakapolri itu memang merupakan sosok yang tepat menjadi Kepala BIN.
“Beliau kapabel dan berpengalaman di bidang intelijen. Beliau dua kali pernah jadi Kapolda, berpengalaman jadi Wakapolri. Beliau cukup lama di operasional, beliau juga cukup lama di pendidikan, karena itu saya yakin beliau mampu,” katanya.
Oleh karena itu, kata mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu, Polri siap bekerja sama dengan Budi Gunawan jika nanti sudah resmi menjabat Kepala BIN.
Ditanya tentang pengganti Komjen Budi Gunawan sebagai Wakapolri, ia mengatakan hal itu akan dilakukan bila Budi Gunawan sudah resmi dilantik Presiden mengomandani BIN.
“Soal siapa (namanya), masak harus diumumkan. Nantilah, yang jelas pengganti Wakapolri itu harus ada,” ujar Tito yang juga mantan Kepala Detasemen Khusus 88/Antiteror itu.

Freddy Budiman
Ditanya tentang pernyataan terpidana gembong narkoba Freddy Budiman (almarhum) yang menyebut aliran dana kepada tiga oknum penegak hukum, Kapolri menegaskan bahwa dugaan aliran dana itu tetap diselidiki.
“Itu memang sedang diselidiki oleh tim investigasi, kita sedang menunggu tim independen yang dipimpin Irwasum dan tim eksternal yang ada tiga yakni Effendy Ghozali, Hendardi, dan ibu Poengki Indarti dari Kompolmas,” katanya.
Menurut dia, sasaran (tembakan) tim adalah apakah memang ada pejabat Polri yang diduga menerima Rp90 miliar atau bagaimana sebenarnya. “Kalau ada ya diproses, tapi kalau nggak ada ya diumumkan, tapi pihak yang mengumumkan adalah tim independen itu, nanti mereka akan memberi rekomendasi ke Kapolri, jadi masih ada waktu,” katanya.
Sementara itu, terkait masalah senjata api yang ditemukan di rumah spiritualis Aa Gatot Brajamusti di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jaksel, Kapolri menyatakan Polda Metro Jaya sedang memeriksa.
“Laporan sementara yang masuk ke saya, senjata api itu belum ada surat, maka dia diminta untuk datang ke Polda Metro Jaya untuk membawa senjata guna dicek, apakah legal atau ilegal. Kalau ilegal bisa dijerat dengan Pasal 1 dalam UU 12/1951,” katanya.
Kapolri berada di Surabaya selama dua hari yakni 1 dan 2 September 2016. Pada 1 September, Kapolri menandatangani naskah kerja sama Polri dengan PBNU untuk mencegah konflik sosial di Mapolda Jatim dan meresmikan serangkaian inovasi layanan publik di jajaran Polda Jatim, lalu Kapolri bertemu Kapolres se-Jatim pada 2 September. (ant )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>