Agustus 2016 Sumut Inflasi 0,74 Persen.

      Tidak ada Komentar

MEDAN (Berita): Pada Agustus 2016, Sumatera Utara mengalami inflasi sebesar 0,74 persen karena tiga kota Indeks Harga Konsumen (IHK) inflasi dan satu kota lagi deflasi. Kepala Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Wien Koesdiatmono mengatakan hal itu kepada wartawan di kantornya Kamis (1/9).
Ia menjelaskan pada Agustus 2016, tiga kota IHK di Sumatera Utara yang mengalami inflasi yaitu Sibolga sebesar 0,61 persen, Pematangsiantar sebesar 0,66 persen dan Medan sebesar 0,82 persen. Sedangkan Kota Padangsidimpuan mengalami deflasi sebesar 0,41 persen.
Wien menyebut terjadinya inflasi pada Agustus 2016 menyebabkan laju inflasi kumulatif (bulan Agustus 2016 terhadap bulan Desember 2015) masing-masing kota yakni Sibolga 2,75 persen, Pematangsiantar 2,44 persen, Medan 3,12 persen dan Padangsidimpuan 2,09 persen. “Inflasi kumulatif untuk Sumut sebesar 2,99 persen,” katanya.
Terjadinya inflasi pada bulan Agustus 2016 juga menyebabkan laju inflasi year on year (bulan Agustus 2016 terhadap bulan Agustus 2015) masing-masing kota sebagai berikut: Sibolga 3,57 persen, Pematangsiantar sebesar 4,70 persen, Medan sebesar 4,01 persen dan Padangsidimpuan sebesar 3,11 persen. Sementara itu, inflasi year on year untuk Sumut sebesar 4,02 persen.
“Kalau inflasi di Medan dipicu oleh naiknya biaya pendidikan dan harga bahan makanan,” katanya. Perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Medan pada Agustus 2016 secara umum menunjukkan adanya peningkatan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS, pada bulan ini Kota Medan mengalami inflasi sebesar 0,82 persen.
Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 2,42 persen, kelompok bahan makanan sebesar 1,84 persen, kelompok sandang sebesar 1,03 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,51 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,63 persen, dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,46 persen.
Sedangkan satu-satunya kelompok yang mengalami deflasi adalah transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,30 persen
Di Pulau Sumatera, katanya, dari 23 kota IHK, inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang sebesar 0,93 persen dengan IHK 129,73 dan inflasi terendah terjadi di Dumai sebesar 0,05 persen dengan IHK 125,11. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 0,58 persen dengan IHK 132,60 dan terendah terjadi di Bandar Lampung sebesar 0,11 persen dengan IHK 124,78.
Sementara itu dari 33 kota IHK di luar Pulau Sumatera dan Pulau Jawa, 14 kota mengalami inflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Manokwari dan Sorong sebesar 1,27 persen dengan IHK masing-masing 121,60 dan 127,38 dan inflasi terendah terjadi di Kendari sebesar 0,01 persen dengan IHK 121,66 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kupang sebesar 0,87 persen dengan IHK 125,87 dan deflasi terendah terjadi di Bulukumba sebesar 0,05 persen dengan IHK masing-masing 128,25. (wie)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>