Bakamla Harus Rajin Koordinasi Dengan TNI AL

      Tidak ada Komentar

Jakarta ( Berita ) : Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto meminta Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI agar rajin berkoordinasi dengan TNI Angkatan Laut dalam melakukan patroli keamanan mengingat keterbatasan armada yang dimiliki lembaga tersebut.
Saat ini, badan yang dikepalai oleh Laksamana Madya TNI Ari Soedewo itu hanya memiliki enam kapal patroli berukuran 48 meter yang telah dilengkapi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan landasan peluncur peluru kendali.
“Bayangkan wilayah Indonesia kan luas, enam kapal itu tidak cukup. Makanya tadi saya sampaikan sementara Bakamla harus rajin berkoordinasi dengan lembaga lain terutama TNI AL yang memiliki begitu banyak armada,” ujar Menko Polhukam tentang pertemuannya dengan Kepala Bakamla di Jakarta, Selasa [30/09].
Meskipun demikian, ia mengingatkan agar Bakamla dan TNI AL tidak saling tumpang tindih dalam mendukung pengamanan wilayah maritim Tanah Air karena masing-masing lembaga memiliki tugas dan wewenang berbeda.
Peran Bakamla sendiri, menurut Wiranto, sangat diperlukan untuk menangani masalah yang berkaitan dengan transportasi laut, penangkapan ikan ilegal, serta penculikan di wilayah teritorial RI. “Bakamla memang lembaga yang termasuk baru tetapi urgensinya sangat menentukan karena kita ini negara maritim,” katanya.
Saat melantik Laksdya TNI Ari Soedewo sebagai Kepala Bakamla, Maret lalu, Presiden Joko Widodo berharap Bakamla fokus dalam memerangi aksi penyelundupan. “Negara kita ada 17.000 pulau dari Sabang sampai Merauke yang sangat rawan sekali terhadap praktik-praktik penyelundupan barang, baik produk-produk pertanian, barang industri, daging, barang elektronika dan juga hal yang berkaitan ‘illegal fishing’ juga masalah penyelundupan narkoba,” ujar Presiden Jokowi.
Presiden meminta praktik penyelundupan harus segera diatasi karena akan mengganggu pasar dalam negeri, melemahkan daya saing, bahkan bisa mematikan industri nasional.
Dalam memerangi penyelundupan, Presiden Jokowi memerintahkan peningkatan pengawasan secara terpadu, terutama di pelabuhan-pelabuhan kecil. “Tingkatkan kapal patroli dan operasi bersama-sama, kalau perlu dengan negara tetangga kita,” kata Presiden. (ant )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>