Pemko Tidak Serius Urus Kota

      Tidak ada Komentar

MEDAN ( Berita ) : Pemerintah Kota (Pemko) Medan dinilai tidak serius mengurusi kota ini. Hal itu terlihat dari banyaknya program Pemko yang tidak terealisasi dengan baik. Pengamat Kebijakan Publik Universitas Sumatera Utara (USU) Hatta Ridho, mengatakan itu kepada Wartawan, Jumat (26/8).

Dia menanggapi proses pelaksanaan pembangunan yang dilakukan Pemko Medan sekrang ini.Hatta Ridho, menyebutkan kualitas pembangunan dan kemajuan dalam suatu kota dapat diukur dari tingkat kenyamanan dan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.

‘’Sekarang masyarakat bisa menilai sendiri sejauh mana tingkat pembangunan Kota Medan dan sejauh apa program kerja Pemko bermanfaat bagimasyarakat,’’ katanya. Seperti yang diketahui masyarakat, saat ini banyak sekali program kerja Pemko Medan yang tidak terealisasi.

Padahal untuk mendukung program tersebut banyak menghabiskan anggaran. Beberapa contoh program kerja Pemko Medan yang tidak tuntas adalah, penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) Jl.Sutomo dan sekitarnya, penertiban papan reklame di zona larangan, pelestarian cagar budaya, pentaan lingkungan dari sampah, dan yang paling baru adalah merelokasi pedagang Pasar Aksara yang menjadi korban kebakaran.

Menurut Hatta Ridho, Pemko Medan harus banyak belajar dari daerah lain yang jauh lebih maju, misalnya Kota Surabaya. Dia Menilai, kepemimpinan walikota Surabaya patut ditiru oleh wali kota Medan. Untuk menggenjot kinerja pegawai Pemko Medan agar lebih maksimal dalam melayani masyarakat, wali kota Medan bisa meniru sistem remunerasi,e-controlling dan egovernment.

Kata Hatta, dengan begini pegawai akan menjadi lebih semangat dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas. Karena siapa yang bekerja lebih akan mendapatkan gaji tinggi.

Dia menambahkan, dengan adanya sistem e-controlling dan egovernment, Walikota Medan bisa melihat langsung berbagai daerah dengan menggunakan komputer, sehingga apabila terjadi suatu hal masalah, pemerintah dapat sigap mengatasinya.

Begitu juga dengan masyarakat, dengan adanya system tersebut, masyarakat dapat melihat apa-apa saja program Pemko Medan dan berapa besaran anggarannya, sehingga, baik masyarakat dan pemerintah dapat sama-sama saling mengawasi berbagai persoalan dan mensukseskan program pembangunan.

Kata Hatta, wali kota mau berbenah dan serius untuk memajukan Kota Medan, tentu bisa maju. Apalagi Medan termasuk dalam kota terbesar ketiga se Indonesia. ‘’Jika wali kotanya mau, seharusnya Medan bisa lebih maju dari Kota Surabaya, dan Kota Bandung,’’tambahnya. (WSP/Crds/C)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>