Kapolri Instruksi Seluruh Anggota Hilangkan Budaya Negatif

      Tidak ada Komentar

KapolriKapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian (tengah), memberikan keterangan pers didampingi Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri), dan Kepala BPKP Ardan Adiperdana (kanan) saat digelarnya Pelatihan Bersama Aparat Penegak Hukum 2016 di Padang, Sumatera Barat, Senin (29/8). KPK menggelar pelatihan yang diikuti 200 peserta dari beberapa institusi penegak hukum itu untuk mengatasi berbagai kendala dalam penanganan perkara tidak pidana korupsi dan pengembalian uang negara, khususnya di Sumatera Barat. ( ant/Iggoy el Fitra )

Padang ( Berita ) : Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian agar serius melakukan perbaikan dan perubahan terhadap budaya negatif yang ada di dalam tubuh Polri.

“Saat ini perubahan yang paling mungkin dilakukan dalam bidang sumber daya manusia (SDM), belum bisa masuk ke dalam ranah pelayanan publik dan sikap koruptif dalam menjalankan wewenang yang saat ini masih terjadi,” ujarnya di Padang, Senin [29/08].

Menurut dia indikator keberhasilan ini akan bisa dinilai hingga tiga bulan ke depan sesuai dengan program 100 hari Kapolri. Dirinya akan memberikan hukuman dan penghargaan terhadap Polda serta Polres yang menjalankan program tersebut.

“Kalau mereka berhasil menjalankan instruksi tersebut tentu akan kami berikan hadiah dan yang gagal akan diberi hukuman, seperti melakukan mutasi Kapolda maupun Kapolres yang gagal,” sebut dia.

Menurut dia adanya kerusuhan yang terjadi kawasan Meranti dan Papua mengindikasikan visi misi Kapolri tidak berjalan hingga kebawah. Bahkan mungkin hasil telekonfren yang dilakukan bersama seluruh Kapolda tidak diterjemahkan kepada seluruh anggota.

“Jangan sampai visi misi saya ini hanya sekedar bisnis yang bisa dilewatkan begitu saja, namun harus diterapkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat” tegas dia.

Selain itu ia menerangkan saat ini kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Polri masih jauh menurun. Sesuai hasil survei, ada tiga lembaga saat ini yang kurang mendapat kepercayaan dari masyarakat selain Kepolisian, DPR dan Kejaksaan. “Untuk itu perlu dialakukan pembenahan dari berbagai pihak agar bisa merebut kembali kepercayaan masyarakat yang mulai hilang,” tambah dia.

Ia mengatakan meskipun polisi telah memberikan keterangan yang benar dan sesuai fakta namun masyarakat tidak akan mempercayainya. Kondisi inilah yang harus diubah agar tingkat kepercayaan masyarakat kepada polisi bisa meningkat. “Saat ini lembaga yang dipercayai oleh masyarakat adalah KPK, TNI dan Lembaga Kepresidenan sehingga ini hensaknya memacu Polri berbenah,” ujarnya. (ant )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>