Atasi Banjir Di Brayan Bengkel & Tanjung Mulia

      Tidak ada Komentar

AhyarWakil Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution Didampingi Kadis Bina Marga Kota Medan, Khairul Syahnan, Camat Medan Deli, Fery Suheri Dan Camat Medan Timur, Parulian Pasaribu. Tinjau Pengorekan Parit Di Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Dan Kelurahan Tanjung Mulia.,Senin [29/08] ( Berita Sore/Ist)

*Dinas Bina Marga Korek Parit Bengkel

Medan ( Berita ) : Warga yang bermukim di Kelurahan Pulo Brayan Bengkel dan Kelurahan Tanjung Mulia kini sedikit bernafas lega. Sebab, Dinas Bina Marga Kota Medan telah mengorek parit bengkel yang selama ini menjadi salah satu pemicu utama terjadinya banjir di kedua kelurahan tersebut, Senin (29/8).
Akibat sendimentasi (pendangkalan) yang terjadi, parit bengkel tidak mampu lagi menampung debit air pada saat hujan deras turun sehingga meluap dan menggenangi rumah warga.
Pengorekan dipimpin langsung Wakil Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution didampingi Kadis Bina Marga Kota Medan, Khairul Syahnan, Camat Medan Deli, Fery Suheri dan Camat Medan Timur, Parulian Pasaribu.
Untuk mengangkat sendimenntasi dari dasar parit tersebut, Dinas Bina Marga menurunkan 4 unit alat berat dan 10 unit truk. Ditambah lagi dengan mengerahkan 100 petugas buser untuk melakukan pengorekan secara manual.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, kondisi parit bengkel memang sangat memprihatinkan, selain mengalami pendangkalan yang cukup parah, permukaan parit juga ditutupi semak dan sampah.
Terbukti meski sudah 10 truk berisi lumpur dan sampah hasil pengorekan diangkut namun air parit tak juga mengalir. Karenanya, Syahnan memerintahkan anggotanya untuk terus melakukan pegorekan sampai air parit mengalir kembali.
Menurut pengakuan warga, mereka selama ini sudah jenuh dan resah karena rumahnya menjadi langganan banjir. Selain dapat merusak peralatan rumah tangga, banjir juga menyebabkan aktifitas warga terhenti. Itu sebabnya warga sangat mengapresiasi dan berterima kasih dengan pengorekan yang dilakukan.
Untuk memaksimalkan pengorekan, Akhyar berulangkali memberikan instruksi kepada petugas Dinas Bina Marga, termasuk kepada sang kadis. Truk milik Dinas Bina Marga silih berganti datang untuk mengangkat lumpur bercampur sampah. Pengorekan mulai menunjukkan hasil, perlahan-lahan air parit pun mulai mengalir.
Mengatasi sendimentasi di bawah gorong-gorong, Akhyar minta petugas buser untuk melakukan pengorekan secara manual. Sebab, sendimen tersebut tak dapat terjangkau oleh alat berat, termasuk ada sepanjang 800 meter parit yang lokasi persis di belakang rumah warga karena tidak dapat dilalui alat berat.
Selain mengatasi persoalan banjir yang melanda warga di dua kelurahan, kata Akhyar, pengorekan ini dilakukan bagian dari penanganan infrastruktur di Kota Medan. Dikatakannya, sendimentasi di parit benteng sudah cukup parah sehingga memicu terjadinya banjir.
“Insya Allah apabila sendimentasi parit benteng ini diangkat, maka genangan air yang melanda warga di Kelurahan Pulo Brayan bengkel dan Tanjung Mulia Hilir dapat teratasi,” kata Akhyar.
Menurut Akhyar, pengorekan akan terus dilakukan sampai tempat pembuangan akhir di kawasan Cemara sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir genangan air yangh terjadi di ibukota provinsi Sumatera Utara tersebut. “Ini masih satu, sebab masih banyak lagi upaya yang kita lakukan. Untuk itu kita akan bekerja keras dan minta dukungan penuh seluruh masyarakat,” ungkapnya.
Atas dasar itulah mantan anggota DPRD Kota Medan ini, menghimbau masyarakat untuk menjaga dan merawat parit bengkel yang sudah dikorek ini, salah satunya dengan tidak membuang sampah ke dalam parit. “Ingat, parit itu bukan tempat sampah melainkan tempat saluran air. Oleh karenanya kita akan menyediakan tenmpat sampah. Jadi marilah kita jaga kebersihan parit benteng ini bersama-sama,” pesannya.
Sementara itu Kadis Bina Marga Kota Medan, Khairul Syahnan mengatakan, pengorekan parit maupun drainase kini menjadi prioritas mereka dalam upaya meminimalisir genangan air di Kota Medan seperti arahan Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi. Untuk itulah mereka sudah menginventarisir parit dan drainase yang akan dikorek.
“Selain perbaikan infrastruktur jalan, pengorekan parit dan drainse kini menjadi prioritas kita. Hanya saja berhubung Pak Wali ingin menjadikan eks TPA Namo Bintang menjadi lokasi argowisata, maka anggota kita bagi dua. Satu tim fokus pengorekan drainase, satu tim lagi pembuatan jalan di eks TPA Namo Bintang,” jelas Syahnan. (edr)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>