Banyak Kepala Daerah Merapat Seiring Elektabilitas Partai Golkar Naik.

      Tidak ada Komentar

JAKARTA (Berita) Banyak kepala daerah yang mau maju lagi dalam pilkada berbondong-bondong merapat ke Partai Golkar.

Hal ini, menurut Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto disebabkan elektabilitas Partai Golkar semakin merangkak naik dan kini sudah di posisi 16 persen.

“Sebelum saya terpilih jadi ketua umum, elektabilitas Partai Golkar cukup terpuruk, sekarang dengan adanya kekuatan bersama, banyak bupati berbondong-bondong ingin diusung Golkar,” kata Novanto dalam rilis yang diterima di Jakarta, Minggu (28/8).

Naiknya elektabilitas Partai Golkar tidak lepas dari kerja keras dalam menyatukan berbagai pihak yang terpecah di internal partai beringin dan program politik yang dicanangkan Setya Novanto.

Ada dua program politik Setya Novanto yang ternyata mendapat apresiasi publik yang luas yakni mendukung sepenuhnya Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang.

Dengan elektabilitas Partai Golkar sudah 16 persen, ujar Novanto, itu artinya kepercayaam masyarakat kepada Partai Golkar sudah kembali.

Mengenai dukungan kepada pemerintah, Novanto mengatakan, Golkar mendukung karena visi Nawacita sejalan dengan visi 2045 Partai Golkar.

“Kita mendukung Pemerintahan Jokowi karena visi nawacita itu senafas dan sejalan dengan visi 2045 Partai Golkar. Elektibilitas Pak Jokowi sudah 78% dan kiprahnya sangat dirasakan rakyat. Gebrakan gebrakannya luar biasa dan kami akan mendukung Jokowi agar terpilih kembali,” paparnya

Harga Karet

Mantan Ketua DPR RI itu pada Selasa (23/8), melakukan kunjungan kerja ke Jambi. Salah satu agendanya adalah meninjau perkebunan karet di Pijoan, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi.
Pria yang akrab disapa Setnov tersebut mengaku sangat prihatin dengan kondisi harga karet di Jambi.

Dulu, tutur Setnov, harga 1 kilogram karet setara dengan 3 kilogram beras. Namun saat ini harga tiga kilogram karet baru dapat satu kilogram beras.

Dengan kondisi tersebut, Setnov berjanji partainya akan membina para petani-petani karet.

“Kita kalah maju dengan negara Malaysia, harga per kilogram di sana sudah lima belas ribu rupiah, kita hanya lima ribu rupiah,” sebutnya.

Untuk itu, kata dia, Partai Golkar akan mendesak pemerintah untuk menaikkan harga karet.

“Presiden Jokowi sekarang juga menumpas praktik tengkulak sehingga harga karet bisa stabil kembali,” katanya. (aya)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>