Patroli BC Dihujani Bom Molotov Dan Obor

      Tidak ada Komentar

* Dua Kapal Penyelundup Dibakar

TANJUNGBALAI ( Berita ) : Kapal Patroli Bea dan Cukai BC 15042 dihujani obor dan petasan saat berusaha menggagalkan penyelundupan pakaian bekas dari Malaysia di sekitar Perairan Tambuntulang, Asahan, Senin (22/8) dinihari.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kaki petugas Bea dan Cukai Aulia Arif Nasution terjepit kapal saa tberusaha merapat ke kapal penyelundup. Saat ini, Aulia sedang dirawat intensif di rumah sakit. Sementara itu, para ABK nekat membakar kapalnya sendiri, diduga karena takut diamankan petugas. Sedangkan seluruh awak melompat ke laut.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Teluknibung, Fuad Fauzy melalui Kasi P2 M. Firdaus menjelaskan, awalnya Kapal Patroli BC 15042 melakukan pengejaran terhadap boat nelayan diduga sedang melansir pakaian bekas sekira pukul 02:30.

Saat diperiksa, ditemukan seorang tekong, Jumirin serta dua ABK, Imam dan Datuk muda Sarbaini alias Beni. Selain ketiga kru, petugas juga menemukan muatan pakaian bekas asal Malaysia sebanyak 15 bal.

Berdasarkan keterangan ABK saat diinterogasi,kapal utama masih berada disekitar lampu putih Tambuntulang menunggu langsiran. Sekira pukul 03:00, patrol BC menemukan kapal kargo kayu diduga bermuatan bal dan di atasnya ada sekitar 30 ABK.

Saat mendekati sasaran, Kapal Patroli BC 15042 dihujani petasan, bom molotov dan obor.Kemudian, komandan patroli melepaskan tembakan peringatan agar para penyelundup dan preman bayaran menyerah.

Namun para pelaku kembali melemparkan obor dan petasan saat Kapal BC akan bersandar.Bahkan para penyelundup juga membakar kapal mereka sendiri. Akibatnya petugas BC kembali naik ke kapal patrol serta menjauhi sasaran.

“Saat sandar salah seorang anggota tim patroli mengalami insiden, kaki kirinya terjepit kapal dan saat ini sudah ditangani dirumah sakit untuk pengobatan,”kata Firduas.

Karena api semakin membesar, banyak ABK yang nekat terjun ke laut. Melihat hal itu,tim patroli berusaha menyelamatkan mereka, namun para ABK menolak. Hanya seorang ABK atas nama Anton Sirait bersedia ditolong.

Kapal patroli kembali menyisir ke arah Barat karena ada info satu kapal lagi siap bongkar sekira pukul 03:45. Hasilnya petugas menemukan kapal tersebut. Saat disorot menggunakan lampu,justru mereka malah membakar kapalnya sendiri, lagi-lagi para ABK terjun ke laut karena ap isemakin membesar.

“Sekira pukul 04:23 kita berusaha kembali mencari boat langsir dan berhasil ditemukan,selanjutnya dibawa ke dermaga Pelabuhan Teluknibung untuk dibongkar,” ujar Firdaus.(WSP/a32/I)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>