BTN Peroleh Rp 100 Milair Dana Repatriasi

      Tidak ada Komentar

JAKARTA ( Berita ) : Sejak mendapat izin 8 Agustus 2016 (10 hari lalu) Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk, sebagai bank penampung dana pengampunan pajak atau tax amnesty telah berhasil memperoleh Rp 100 miliar dana repatriasi.

BTN mentargetkan dana repatriasi tax amnesty sekitar Rp 50 triliun. “Baru 10 hari BTN ditunjuk sebagai salah satu bank persepsi sudah menperoleh Rp 100 miliar. Target kita sebenarnya Rp 50 triliun,” kata Dirut BTN Maryono pada acara sosialisasi Tax Amnesty dan Property Investment di Jakarta, akhir pekan.

Maryono optimis target dana tax amnesty itu bisa dicapai, dengan perkirakan dana repatriasi yang masuk bisa lebih besar pada bulan September hingga Desember. Terlihat dari banyaknya peserta sosialisasi program pengampunan pajak (tax amnesty) yang digalang BTN saat ini mencapai hamper 1000 orang.

Dikatakan, sebagai bank persepsi dan pintu gerbang (gateway) penampung dana repatriasi, BTN menyiapkan beberapa produk unggulan untuk menampung dana pengampunan pajak itu, misalnya kesektor properti, deposito, atau surat utang negara.

“BTN telah mempersiapkan dengan matang dan baik agar dana yang datang itu dapat tertampung di beberapa produk yang dipersiapkan mencakup produk perbankan, investasi ataupun pasar uang” urai Maryono.

Menurutnya, salah satu program unggulan BTN adalah efek beragun aset (KIK-EBA) serta efek beragun aset surat partisipasi (KIK-EBA SP) dengan kupon 8,6% dan tenor 2 tahun. Dengan produk itu,BTN menjual portofolio KPRkepada investor.

Khawatir Tak capai

Sementara itu, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Ken Dwijugia steadi mengaku ada rasa khawatir jika penerimaan pajak dari program tax amnesty tidak mencapai target sekitar Rp 165 triliun.

Ia mengatakan, hingga saat ini partisipan yang sudah ikut dalam program kurang lebih 7 – 8 ribu orang. Padahal, dalam sosialisasi yang dilakukan Presiden Joko Widodo, masyarakat yang datang mencapai 20 ribu orang menandakan antusiasme tinggi terhadap program itu.

“Berarti yang 12 ribu belum ikut, mereka masih enggak yakin. Banyak sekali pertanyaan yang masih ditanyakan. Saya deg-degan juga,” ungkap Kenyang turut hadir di acara sosialisasi Tax Amnesty dan Property Investment.

Untuk itu, dia mengajak masyarakat dapat memanfaatkan program itu selagi masih diterapkan. Dia memastikan pemerintah memberi jaminan bahwa data wajib pajak dalam program tax amnesty akan dirahasiakan dan tak bisa digunakan sebagai celah melakukan pemeriksaan pada kasus pidana lainnya, selain pidana pajak.

Sedangkan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menilai, dalam beberapa bulan terakhir ekonomi Indonesia terus menunjukan perbaikan dan diperkirakan akan terus berlanjut. Dimulai saat Bottom sektor keuangan ada di Mei 2016, setelah itu trendnya terus membaik.(WSP/J03/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>