Membangun Pariwisata Danau Toba, Hal Utama Proses Pembersihan Air Dari Pencemaran

      Tidak ada Komentar
Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi POartai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDI) H.Irmadi Lubis (dok)

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi POartai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDI) H.Irmadi Lubis (dok)

JAKARTA (Berita) Kalangan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatra Utara mengapresiasi kunjungan Presiden untuk meninjau pengembangan pariwisata Danau Toba yang merupakan salah satu dari 10 destinasi wisata. Namun, kunjungan Presiden kali ini diharapkan para wakil rakyat itu tidak hanya sekedar kunjunga, tetapi bertindaklanjut untuk segera menerapkan berbagai kebijakan .

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDI) H.Irmadi Lubis mengatakan ada dua pilihan tentang pengembangan Danau Toba, yakni apakah sebagai pengembangan pariwisata atau menjadikan sebagai sumber ekonomi, seperti pengembangan keramba.

“Jika Danau Toba ingin dijadikan sebagai objek pariwisata, harus dibersihkan dari keramba-keramba maupun pembuangan limbah hotel, serta masyarakat sekitar. Jangan jadikan Danau Toba “toilet raksasa” jika tetap dijadikan sebagai “septi tank atau toilet raksasa”. Bagaimana mungkin wisatawan berminat datang, kalau kebersihan danau tidak terjaga,” ujar Irmadi Lubis , Jumat (19/8) di Jakarta.

Menurut Irmadi Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2016 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba, harus punya power untuk menyatukan 7 kepala daerah di kawasan itu, sehingga satu visi menyelamatkan objek wisata kebanggan Sumut ini dengan membersihkan seluruh keramba yang semakin hari semakin marak mencemari Danau Toba.

” Jika para kepala daerah masih berjalan sendiri sendiri dan tetap bepegang teguh kekuasaannya sebagaimana diatur dalam UU Otonomi Daerah, maka keinginan semua pihak untuk menjadikan Danau Toba sebagai objek wisata nasional maupun internasional tidak dapat tercapai,” katanya.
Irmadi berpendapat untuk menjadikan Danau Toba sebagai wisata air, maka yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah membersihkan kembali air Danau Toba itu. Tentu biaya untuk melakukan pembersihan air Danau Toba yang sudah tercemar cukup besar. Kemudian dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat maupun LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) serta para pemerhati Danau Toba.
Sedang menyangkut menyangkut infrastruktur, Irmadi melihatnya sebagai hal nomor dua. ” Yang utama soal kebersihan dan keramah-tamahan. Jika air Danau Toba steril dan bersih, para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, akan rela berjalan kaki ke Danau Toba, dan tidak segan untuk mandi di danau itu,” tegas Irmadi Lubis (aya)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>