China Inginkan Pertumbuhan, Bukan Perselisihan Dalam Konferensi G20

      Tidak ada Komentar

Beijing ( Berita ) : China mengharapkan temu puncak G20 pada bulan mendatang, yang dituan-rumahinya, berpusat pada upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan sejumlah masalah keuangan daripada perselisihan, seperti, Laut China Selatan, kata pejabat tinggi pada Senin [15/08].
Temu puncak 20 negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu akan diadakan di kota Hangzhou, akan menyoroti agenda diplomatik Presiden Xi Jinping tahun ini, dan pemerintah China ingin memastikan pertemuan itu berjalan lancar.
Pertemuan pemimpin pada 4 dan 5 September itu dilaksanakan saat kekhawatiran atas pertumbuhan dunia dan perekonomian China, yang melambat. Pertemuan anggota G20 pada bulan lalu dikuasai dampak inggris keluar dari Uni Eropa dan kekhawatiran akan peningkatan proteksionisme.
Yi Gang, seorang wakil kepala Bank Rakyat China, mengatakan bahwa pertemuan itu akan berfokus kepada bagaimana cara mendorong pertumbuhan ekonomi global yang lambat melalui perdagangan yang inklusif dan terbuka serta pengembangan pasar finansial.
“Kami perlu untuk menanamkan keyakinan pasar dan memastikan tidak ada penurunan nilai uang alih alih membiarkan pasar yang menentukan nilai tukar,” kata Yi dalam jumpa pers, dengan menambahkan bahwa itu akan menjadi pertemuan pertama G20 membicarakan pasar asing dengan rincian seperti itu. Pertemuan G20 itu juga akan membicarakan bagaimana cara mengawasi yang lebih baik dan menanggapi resiko yang diberikan oleh arus modal global, katanya.
Meskipun semakin banyaknya retorika proteksionis di dunia, G20 menentang perasaan anti-perdagangan dan anti-investasi, Wakil Menteri Keuangan Zhu Guangyao mengatakan.
“Kami sangat perlu untuk memastikan bahwa masyarakat, publik, mendapatkan keuntungan dari perkembangan dan pertumbuhan ekonomi, jika mereka tidak mendapatkan perasaan bahwa kehidupan mereka meningkat, itulah saat dimana mereka akan memiliki beragam asumsi,” katanya.
Namun, pertemuan Xi dengan pemimpin negara lain itu, termasuk Amerika Serikat, Jepang, korea Selatan dan Australia, diperkirakan menyinggung sejumlah hal, seperti, kian besar pengaruh China di Laut China Selatan, kata diplomat. China menolak untuk mengakui sebuah keputusan pengadilan internasional atas klaim mereka di lokasi tersebut, dalam sebuah kasus yang diajukan oleh Filipina.
Wakil Menteri Luar negeri Lo Baodong tidak memberikan komentar langsung terkait apakah G20 merupakan tempat yang tepat untuk membicarakan Laut China Selatan, mengatakan bahwa sejumlah negara selalu memiliki agenda mereka sendiri terkait bagaimana untuk mendorong isu tersebut dalam pertemuan yang demikian.
“Pertemuan ini, konferensi G20 di Hangzhou, memiliki tema pertumbuhan ekonomi,” kata Li.
“Bagaimana kami dapat memiliki pertumbuhan yang berkelanjutan, seimbang dan inklusif. Ini adalah apa yang difokuskan oleh semuanya dan menjadi konsensus. Kami yakin bahwa para negara anggota akan membicarakan subjek penting ini dan menemukan jalan keluarnya,” tambahnya. (ant/rtr)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>