Polisi Aceh Selatan Buru Napi Kabur

      Tidak ada Komentar

Tapaktuan, Aceh ( Bertia ) : Jajaran kepolisian terus meningkatkan upaya perburuan terhadap tujuh orang narapidana yang kabur dari Rutan Kelas II-B Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (13/8).
Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi SIK di Tapaktuan, Senin [15/08] mengatakan, hingga hari kedua upaya pengejaran terhadap tujuh Napi tersebut belum membuahkan hasil apapun.
Meskipun demikian, lanjut Kapolres, pihaknya berjanji tetap akan terus melakukan upaya pengejaran sampai mereka tertangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Sejauh ini keberadaan mereka belum diketahui.
Kita sudah menurunkan anggota ke lapangan untuk memburu mereka. Selain itu, kita juga telah menyebarkan identitas diri dan foto ke tujuh Napi tersebut ke seluruh jajaran Polsek dan Polres dalam Provinsi Aceh,” kata Achmadi.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dilapangan, Kapolres mengimbau kepada ke tujuh Napi tersebut segera menyerahkan diri kepada pihaknya baik langsung ke Polres maupun melalui Polsek-polsek yang ada dalam wilayah Aceh Selatan serta Polres dalam Provinsi Aceh.
“Untuk kebaikan bersama, kami imbau mereka agar segera menyerahkan diri secara baik-baik kepada petugas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Achmadi.
Dibagian lain, Kapolres juga menginformasikan bahwa dalam penggerebekan Rutan Kelas II-B Tapaktuan, Sabtu selain berhasil menemukan satu butir peluru (amunisi) aktif yang diperkirakan peluru senjata api senapan laras panjang kaliber 6 mm serta bungkus plastik ukuran kecil yang diduga bekas tempat sabu-sabu, petugas juga berhasil menemukan sekitar 50 unit hand phone milik para tahanan dan Napi.
“Seluruh barang bukti yang ditemukan telah diamankan di Mapolres Aceh Selatan guna penyelidikan lebih lanjut. Kami belum bisa mengambil kesimpulan terhadap pihak yang harus bertanggungjawab dalam kasus ini, karena masih dalam tahap penyelidikan,” tegasnya.
Namun terkait temuan beberapa barang yang semestinya tidak boleh berada dalam Rutan, Kapolres mengakui bahwa langkah pengamanan dan pengawasan oleh pihak Rutan kelas IIB Tapaktuan sangat lemah.
Karena itu, dengan momentum kejadian tersebut pihaknya meminta kepada petugas Rutan Tapaktuan agar meningkatkan langkah pengamanan dan pengawasan terhadap para Napi dan tahanan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku.
“Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak Rutan Tapaktuan, agar diberikan akses jika pada waktu-waktu tertentu pihak petugas polisi dari Polres Aceh Selatan dengan bekerjasama dengan sipir penjara melakukan razia mendadak terhadap Napi atau tahanan, supaya terwujudnya ketertiban dan ketentraman di Rutan tersebut,” kata Kapolres Achmadi. (ant )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>