Indonesia Bertanggung Jawab Jaga Persatuan Asean

      Tidak ada Komentar

Indonesia Bertanggung Jawab Jaga Persatuan Asean
Jakarta (Berita ) : Duta Besar Jepang untuk Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) Kazuo Sunaga mengatakan Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga persatuan dan mempromosikan integrasi ASEAN di masa depan.
“Indonesia adalah negara terbesar di ASEAN dalam hal populasi dan ukuran ekonomi sehingga secara otomatis Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga persatuan ASEAN dan integrasi ASEAN,” kata Dubes Sunaga di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin [15/08].
Pernyataan tersebut disampaikan Sunaga dalam acara Peringatan Ulang Tahun ASEAN ke-49 atau “Hari ASEAN” yang dihadiri Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, Sekretaris Jenderal ASEAN Le Luong Minh, perwakilan sepuluh negara anggota ASEAN, duta besar negara-negara mitra ASEAN di Jakarta.
Sebagai salah satu negara mitra ASEAN, Sunaga mengatakan Jepang berharap agar ASEAN dapat terus berkembang menjadi pemain penting dalam komunitas Asia dan internasional.
“Saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun ke-49 untuk ASEAN, dan seperti yang telah dikatakan Menlu Retno, ASEAN telah berkembang di bidang integrasi ekonomi dan juga sosial-budaya,” kata dia.
Terkait peran ASEAN dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan, terutama meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea, provokasi Tiongkok di perairan Pulau Senkaku, dan wilayah Laut China Selatan, Sunaga berharap semua masalah tersebut dapat diselesaikan melalui solusi damai berdasarkan hukum internasional.
“Saya pikir hal terpenting bagi ASEAN dan Jepang adalah bahwa ASEAN harus selalu bersatu, dan Jepang akan selalu menghormati sentralitas ASEAN,” kata dia.
Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) resmi berdiri dengan penandatanganan Deklarasi ASEAN di Bangkok, Thailand, 8 Agustus 1967, oleh menteri luar negeri Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.
Dari lima negara pendiri tersebut, kini anggota ASEAN menajdi sepuluh negara dengan tambahan Brunei Darussalam, Vietnam, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
Dalam pidato kunci yang disampaikan pada acara pembukaan peringatan Hari ASEAN di Sekretariat ASEAN, Menlu Retno Marsudi menggarisbawahi bahwa selain melihat kemajuan yang telah diraih selama 49 tahun berdirinya ASEAN, masing-masing negara anggota juga harus mampu terus menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan. (ant )

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>