Penerimaan Pajak Aceh Belum Capai Target

      Tidak ada Komentar

 

BANDA ACEH ( Berita ) : Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Aceh Aim Nursalim Saleh mengatakan, terhitung hingga Juli 2016, Provinsi Aceh telah menerima Rp1,39 triliun pajak, namun belum memenuhi target penerimaan pajak.

“Ini sekira 29,17 persen dari yang ditargetkan. Kondisi seperti ini sangat menghawatirkan, maka untuk mengurangi devisit anggaran pemerintah juga dipaksa memangkas anggaran belanja daerahnya,” kata Aim Nusalim saat sosialisasi taxamnesty (pengampunan pajak) di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Kamis (11/8).

Dikatakannya, demi menjalankan UU No. 11/2016 mengenai pengampunan pajak, Kanwil DJP Aceh melaksanakan sosialisasi tax amnesty. “Inti dari program tax amnesty adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang,” ujarnya.

Amnesti pajak mengajak seluruh masyarakat wajib pajak mengembalikan harta yang selama ini tersimpan di luar negeri dikembalikan ke Indonesia dengan tebusan sangat murah. “Pengampunan pajak diberikan kepada masyarakat wajib pajak maupun tidak wajib pajak agar segera melaporkan harta yang selama ini belum diungkap dalam laporan surat pemberitahuan tahunan (SPT) nya”katanya.

Dia menyontohkan, penunggak pajak sejumlah Rp 4 miliar bisa memungkinkan, untuk memanfaatkan tax amnesty. Sementara untuk penagihannya akan distop. “Taxamnesty dibuka buat si penunggak pajak dengan catatan dia (penunggak) membayar tunggakan pokoknya, jadi sanksinya tidak. Nanti sanksinya kita hapus,” ujarnya lagi.

Sementara, Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyebutkan,kebijakan tax amnesty harusnya dimanfaatkan dengan sebaik baiknya. Jika tidak, risikonya akan sangat berat sebab akan dikenakan denda 200 persen sebagaimana tercantum dalam Undang-undang Tax Amnesty.

Dalam jangka pendek, lanjutnya, tujuan dari tax amnesty untuk meningkatkan penerimaan pajak bagi negara. Sedangkan untuk tujuan jangka panjang, diharapkan mampu mendorong bangkitnya aktivitas investasi dan ekonomi dimasyarakat.

Gubernur mengimbau seluruh kalangan dunia usaha dan masyarakat Aceh yang merupakan wajib pajak dapat memanfaatkan tax amnesty ini. “Masa pemberian tax amnesty ada batas waktunya. Jangan sampai melebihi batas waktu yang ditentukan, jika bisa melaporkannya lebih cepat tentu lebih baik.” ujar Zaini. (WSP/cdr/J)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>