Kasus Penistaan Agama Belum Terungkap

      1 Komentar

 

LIMAPULUH ( Berita ) : DPRD Batubara mendesak pihak kepolisian agar bekerja lebih optimal mengusut tuntas sekaligus menangkap pelaku penistaan terhadap agama Islam.

Pasalnya, pelaku yang sengaja mengedarkan buku dan selebaran yang menghina agama Islam hingga sekarang belum terungkap. Sementara,pihak kepolisian hanya sebatas mengimbau masyarakat agar jangan sampai terhasut atau terprovokasi seperti kejadian di Tanjungbalai.

‘’Makanya, kita desak Polres Batubara agar lebih optimal bekerja mengungkap kasus penistaan terhadap agama Islam yang mengarah SARA tersebut,”’ papar Ketua Fraksi PPP DPRD Batubara Ahmad Badri, Selasa (9/8).

Dia juga menyoroti kinerja Polres Batubara yang belum mampu mengungkap kasus penistaan agama Islam yang dilakukan orang tidak dikenal dengan cara mengedarkan buku dan selebaran ke rumah-rumah penduduk.

Sebagaimana diketahui penistaan terhadap agama Islam tersebut dilakukan kelompok atau OTK dengan cara mengedarkan buku dan lembaran yang merendahkan dan menghujat ajaran Islam berjudul “Upacara Ibadah Haji” dan“ Ketika Nafiri Berkumandang” serta selebaran fotokopi ‘’Risalah Surga Atau Neraka.

Ada Unsur Pidana Penyebaran buku dan kopian penistaan agama Islam yang dilakukan Orang Tak Dikenal (OTK) sekitar tiga minggu lalu tetap terus dilakukan penyelidikannya.

“Jelas penyebaran dokumen penistaan itu ada unsur pidananya. Kita tetap melakukan penyelidikan dalam kasus ini,” kata Kapolres Batubara AKBP S. Bonaparte Silalahi di ruangkerjanya, Selasa (9/8). Dia juga mengaku sudah menghubungi pihak kepolisian di Tapsel tentang masalah penistaan Islam ini. Menurutnya, ini dilakukan oleh orang yang sama.

Bonaparte mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan sejumlah keterangan. Informasi awal yang diperoleh adalah, pelaku mengendarai mobil Avanza warna hitam. Informasi ini terus dikembangkan untuk mendapatkan titik terang.

Ketua Front Pembela Islam (FPI) Batubara Yusri menyatakan dukungannya kepada kepolisian untuk segera menangkap pelaku penyebaran buku dan dokumen penistaan agama di Batubara.

Usut Tuntas

Di tempat terpisah, Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Rony Samtana memastikan pihaknya melakukan pengusutan terhadap kasus selebaran mendiskreditkan ajaran Islam yang ditemukan warga KampungGaronggang, Desa Marisi, Kec. Angkola Timur.

“Pasti kita usut tuntas dansekarang masih dalam penyelidikan. Saya minta semua pihak bersabar, tolong dukung dan bantu kami untuk menuntaskan persoalan ini,” kata KapolresTapsel, Selasa (9/8).

Dijelaskannya, selebaran itu ditemukan di pinggir Jalinsum Desa Marisi dan mungkin saja ditabur dari atas kenderaan.Kapolres Tapsel berjanji mengusutnya sampai tuntas,sehingga tidak terulang lagi dan kerukunan antarumat beragama tetap terjaga.
Apa saja yang telah dilakukan untuk mengungkap kasusini ? Penyidik Polres Tapsel telah meminta keterangan para saksi yang menemukan selebaran itu. Lalu mengembangkannya sesuai prosedur penyelidikan Polri.

“Kita sedang mengembangkan keterangan saksi. Bagaimana caranya, itu terlalu internal untuk diungkapkan. Terpenting adalah pengungkapan siapa pelaku dan apa motif penyebarannya. Tolong percayakan kasus ini pada kami,” ujarnya. (WSP/a13/c05/a27/cm/I)

One thought on “Kasus Penistaan Agama Belum Terungkap

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>